Sumenep (beritajatim.com) – Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Reng Paseser Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep bersama Arasa Sociopreneur menggelar ‘Eco Trip Gili Pandan 2025’.
Kegiatan yang diikuti para pegiat lingkungan tersebut berupa aksi penghijauan dengan penanaman ratusan bibit pohon. Selain itu juga dilakukan pembersihan sampah di Pulau Gili Pandan.
Di ‘Eco Trip Gili Pandan 2025’, peserta menanam 150 bibit tanaman, yang terdiri dari 50 pandan duri, 50 mangrove, dan 50 cemara udang. Bibit-bibit ini ditanam di beberapa titik yang dinilai rawan abrasi dan membutuhkan vegetasi baru.
Sekretaris Pokmaswas ‘Reng Paseser’, Fatlillah atau yang karib disapa Fadel memberi apresiasi untuk semua pihak yang telah terlibat dalam aksi peduli lingkungan ini.
“Kegiatan berupa aksi peduli lingkungan ini akan kami gelar secara rutin. Lokasinya di wilayah kepulauan. Semoga akan semakin banyak pihak yang mau berkolaborasi bersama kami,” ujarnya.
Setelah melakukan penanaman pohon, para pegiat lingkungan tersebut melakukan aksi bersih-bersih sampah di area pesisir pulau Gili Pandan.
“Saat bersih-bersih sampah, kami berhasil mengumpulkan sekitar 20 kilogram sampah plastik. Sampah tersebut kemudian dipilah dan sedekahkan kepada warga yang membutuhkan di Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi,” terangnya.
Selain itu, mereka juga memasang papan bertuliskan larangan untuk mengambil tanah dan pasir serta kekayaan alam lainnya di Pulau Gili Pandan.
Sementara Founder ‘Arasa Sociopreneur’, Machallafri Iskandar menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan edukatif sekaligus aksi nyata.
“Eco Trip ini kami selenggarakan bukan hanya untuk memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia, tetapi juga untuk menyadarkan peserta tentang pentingnya penghijauan dan pengelolaan sampah,” ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan seperti ini perlu terus dilakukan sebagai upaya menjaga pulau-pulau kecil tetap hijau dan bersih.
“Semoga aksi kecil yang kami lakukan hari ini menjadi langkah berkelanjutan untuk Gili Pandan dan wilayah pesisir lainnya,” harapnya.
Eco Trip tersebut mendapat dukungan dari Husky-CNOOC Madura Limited, Baznas Sumenep, BPRS Bhakti Sumekar, AMDK Labini, Dydy Channel dan Jamaah Nelayan Muhammadiyah.
“Pasca eco trip, semoga Pulau Gili Pandan biss kembali menjadi ruang alam yang lestari dan bebas dari ancaman sampah plastik,” tandasnya. [tem/aje]






