Kediri – Dalam rangka mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) khususnya Zero Hunger (Tanpa Kelaparan), tim dosen Program Studi Akuakultur PSDKU Universitas Brawijaya Kediri melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Penerapan Probiotik Rabal untuk Meningkatkan Produktivitas Pembudidaya Ikan Lele di Desa Blaru, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri”.
Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 25 Juli 2025 ini diketuai oleh Andi Masriah bersama tim dosen Vika Maulidiyah, Vina Nur Nadiro, Muhamad Dwi Cahya, dan Rizky Kusma Pratiwi. Kegiatan ini menyasar para pembudidaya ikan lele di Desa Blaru dengan tujuan utama meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan budidaya melalui pemanfaatan teknologi probiotik.
Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian masyarakat memberikan sosialisasi mengenai manfaat dan cara kerja probiotik RABAL kepada para pembudidaya. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga mencakup pelatihan langsung pembuatan probiotik RABAL, serta cara pengaplikasiannya pada pakan dan media air budidaya ikan lele.
Tak hanya itu, peserta juga dilatih bagaimana mencampurkan probiotik ke dalam pakan untuk benih ikan lele, serta ke dalam air kolam guna menciptakan lingkungan budidaya yang sehat dan produktif.
Menariknya, tim dosen juga memberikan pelatihan pengukuran kualitas air budidaya, meliputi pengukuran suhu menggunakan termometer serta kadar pH, amoniak, dan nitrat menggunakan test kit sederhana.
Kegiatan ini semakin berdampak luas karena bersinergi dengan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa PSDKU Universitas Brawijaya Kediri yang juga tengah berlangsung di Desa Blaru. Sinergi antara dosen dan mahasiswa ini memperkuat peran kampus dalam mendukung ketahanan pangan lokal berbasis teknologi tepat guna.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan produktivitas para pembudidaya ikan lele di Desa Blaru dapat meningkat secara berkelanjutan, yang pada gilirannya berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani masyarakat serta mendukung pencapaian SDGs poin kedua: Zero Hunger.







