Mojokerto (beritajatim.com) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto terus mengoptimalkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui kegiatan peternakan kambing. Program tersebut menjadi salah satu upaya nyata dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus implementasi dari 15 program prioritas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Selain memberikan keterampilan, kegiatan ini juga bertujuan membekali warga binaan dengan kemampuan produktif sebagai bekal setelah menjalani masa pidana. Dalam pelaksanaannya, warga binaan dilibatkan secara aktif mulai dari perawatan kandang, pemberian pakan, hingga menjaga kesehatan ternak.
Kegiatan dilakukan di area Bimbingan Kerja (Bimker). Kegiatan tersebut dinilai tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab serta disiplin dalam bekerja. Selain itu, program pembinaan peternakan tersebut dinilai memiliki nilai strategis dalam proses pembinaan warga binaan.
Pihaknya pun berkomitmen terus menghadirkan kegiatan pembinaan yang produktif dan berdampak nyata bagi warga binaan. Selain sebagai sarana pembinaan, hasil peternakan kambing ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah serta mendukung kebutuhan internal lapas, sehingga mendorong terciptanya kemandirian di lingkungan pemasyarakatan.
Melalui program berbasis kemandirian ini, Lapas Mojokerto menargetkan terciptanya warga binaan yang lebih terampil, mandiri, dan siap kembali berkontribusi di tengah masyarakat setelah bebas nanti. [tin/but]







