Ringkasan Berita:
- Dugaan malpraktik di RSUD Caruban tengah diselidiki Polres Madiun secara tertutup.
- Enam orang, termasuk direktur dan dokter, telah diperiksa penyidik.
- Korban, ibu muda berusia 27 tahun, meninggal usai operasi caesar akibat pendarahan.
- Kasus ini memicu keresahan warga dan tuntutan transparansi penanganan.
Madiun (beritajatim.com) – Dugaan malpraktik di RSUD Caruban kembali mencuat setelah aparat kepolisian disebut tengah melakukan penyelidikan tertutup terkait kematian seorang pasien usai menjalani operasi caesar pada Februari 2026.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, sejumlah tenaga medis telah diperiksa oleh penyidik Satreskrim Polres Madiun sekitar dua hingga tiga pekan lalu. Namun hingga kini, belum ada keterangan resmi yang disampaikan kepada publik.
Direktur RSUD Caruban, Farid Amirudin, membenarkan adanya pemeriksaan tersebut. Ia menyebut, total enam orang telah dimintai keterangan, termasuk dirinya dan lima dokter.
“Sekitar enam orang yang diperiksa, termasuk saya dan lima dokter,” ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Kapolres Madiun, Kemas Indra Natanegara, belum mendapat respons hingga berita ini ditulis.
Peristiwa yang menjadi dasar penyelidikan terjadi pada Februari 2026, namun kembali menjadi perbincangan masyarakat dalam beberapa waktu terakhir.
Korban diketahui seorang ibu muda berinisial T (27), warga Kelurahan Krajan, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun. Ia meninggal dunia pada Kamis (6/2/2026), tidak lama setelah menjalani operasi caesar.
Kasus ini menjadi sorotan karena korban sempat diperbolehkan pulang usai operasi. Namun, kondisi korban memburuk saat berada di rumah dan mengalami pendarahan hebat hingga akhirnya dilarikan kembali ke rumah sakit.
Sayangnya, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan. Dugaan sementara mengarah pada pendarahan yang tidak tertangani secara optimal.
Peristiwa ini memicu keresahan di tengah masyarakat, khususnya warga Caruban. Isu dugaan malpraktik pun berkembang luas seiring belum adanya penjelasan resmi dari pihak berwenang.
“Waktu itu ramai sekali dibicarakan. Bahkan hingga saat ini banyak warga jadi was-was kalau mau berobat atau melakukan operasi di RSUD Caruban,” ujar salah satu warga, Sabtu (25/5/2025).
Publik kini menunggu kejelasan dan transparansi penanganan kasus tersebut, di tengah duka keluarga korban dan meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap layanan kesehatan. [rbr/beq]






