Situbondo (beritajatim.com) – Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Situbondo melaporkan peristiwa hilangnya dua warga Kecamatan Jatibanteng yang hanyut terbawa arus banjir pada Sabtu (7/3/2026). Hingga Senin (9/3/2026) pagi, kedua korban belum berhasil ditemukan.
Kepala Pusdalops-PB BPBD Situbondo melalui Petugas Data dan Informasi, Puriyono, membenarkan kejadian nahas tersebut. Kedua korban masing-masing bernama Jelani (53) warga Desa Sumberanyar dan Tohari (44) warga Desa Patemon.
“Kami menerima laporan awal pada Senin pagi, namun kejadiannya terjadi dua hari lalu. Keduanya diduga terseret arus saat hendak menyebrang sungai yang tiba-tiba banjir akibat debit air yang tinggi,” ujar Puriyono saat dikonfirmasi, Senin (9/3/2026).
Kronologi Kejadian
Puriyono memaparkan, korban pertama, Jelani, dilaporkan hilang setelah kejadian di Dusun Gudang, Desa Sumberanyar. Sekitar pukul 12.00 WIB, korban bersama anaknya sedang memanen jagung. Korban kemudian menyuruh anaknya pulang terlebih dahulu, sementara ia memilih untuk mencari rumput di pinggir sungai.
“Namun, sekitar pukul 17.00 WIB, debit air Sungai Basean melonjak drastis. Diduga korban terseret arus saat mencoba menyebrang untuk kembali pulang melalui area irigasi persawahan,” jelasnya.
Keluarga baru melaporkan kejadian ini keesokan harinya pada Minggu (8/3) pukul 07.00 WIB. Saat melakukan pencarian awal, pihak keluarga menemukan barang bukti berupa celana training hitam, sebuah arit, dan sandal yang diyakini milik korban di sepanjang aliran sungai.
Sementara itu, korban kedua, Tohari, dilaporkan hanyut di aliran Sungai Batu Putih, Desa Patemon. Berdasarkan keterangan saksi mata, korban baru saja selesai mencari rumput dan berdiri di tepi sungai hendak menyebrang.
“Ada saksi yang melihat dan sempat memperingatkan korban karena debit air mulai deras, namun nahas, korban tetap nekat. Tak lama setelah itu, saksi hanya melihat tumpukan rumput dan arit milik korban di pinggir sungai, sementara korban sudah tidak terlihat,” tambah Puriyono.
Upaya Pencarian dan Penanganan
Menindaklanjuti laporan tersebut, Pusdalops BPBD Situbondo langsung menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi kejadian. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan berbagai unsur untuk membentuk tim SAR gabungan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Tim Basarnas dari Pos SAR Jember dan Kantor SAR Banyuwangi, Tagana, TNI/Polri, serta perangkat desa dan relawan untuk melakukan pencarian,” ungkap Puriyono.
Ia menambahkan, hingga saat ini pencarian masih terus dilakukan dengan menyisir aliran sungai. Tim juga terus menggali informasi dari warga sekitar. Kondisi cuaca di lokasi kejadian saat ini dilaporkan cerah berawan dengan potensi hujan ringan.
Pusdalops BPBD Situbondo mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca ekstrem dengan intensitas hujan lebat masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Situbondo.
“Kami akan terus memantau perkembangan di lapangan. Jika ada informasi terbaru, akan segera kami sampaikan lebih lanjut,” tutup Puriyono. (awi/ted)






