Surabaya (beritajatim.com) – Dua tim robotika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Barunastra dan Bayucaraka berhasil mempertahankan juara di kancah internasional.
Tim kapal robot Barunastra ITS sukses mempertahankan juara 1 kelima kalinya di ajang bergengsi International Roboboat Competition (IRC) 2023 di Sarasota, Florida, Amerika Serikat.
Sedangkan tim robot terbang Bayucaraka ITS sukses raih tiga juara sekaligus dalam ajang Singapore Amazing Flying Machine Competition (SAFMC) 2023 di Singapura.
General Manager Barunastra Fariz Rayyan Januar mengatakan, ada dua kategori pada perlombaan kali ini. Pertama, autonomous, dan kedua kategori design documentation.
Rayyan menjelaskan, adapun mekanisme perlombaan pada kategori autonomous seperti perlombaan-perlombaan lainnya. Tim perlu menjalani tiga babak pada kategori ini, yaitu kualifikasi, semifinal dan final.
“Pada tiga tahapan ini, kami (peserta lomba) diberikan delapan misi, dan untuk bisa lolos babak kualifikasi setidaknya kami perlu menyelesaikan tiga misi,” ujar Rayyan, Senin (3/4/2023).

Sementara itu, Pilot utama Bayucaraka ITS Martin Adytia menerangkan, SAFMC merupakan kompetisi mesin terbang terbesar di Singapura. Kompetisi ini digelar Defence Science Organization (DSO) National Laboratories and Science Centr bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan Singapura.
“Kompetisi ini juga terbagi menjadi delapan kategori, tim Bayucaraka ITS sendiri mengikuti kategori Semi-Autonomous (D1) dan Autonomous (D2),” katanya.
Di ajang ini, Bayucaraka ITS mengirimkan tiga tim divisi Vertical Take Off and Landing (VTOL) bernama Soeromiber Team A, Soeromiber Team B, dan Soeromiber.
https://beritajatim.com/pendidikan-kesehatan/its-surabaya-terima-1-331-camaba-jalur-snbp-2023/
Lewat ketiga tim tersebut, Bayucaraka bersinergi untuk menaklukkan kompetisi ini hingga akhirnya diperoleh tiga gelar juara sekaligus. “Kami berhasil memborong juara 1 kategori Autonomous (D2), serta juara 2 dan juara 5 kategori Semi-Autonomous (D1),” ungkap Martin.
Ia menambahkan, dobrakan inovasi pada robot yang dilombakan menjadi kunci kemenangan. Untuk kategori D1, tim Bayucaraka menciptakan alat kontrol berupa wearable device bernama Exokinesis. “Alat itu didesain menggunakan sensor sudut dan tombol-tombol untuk menggerakkan dua drone sekaligus,” tandasnya. [ipl/ted]






