Jember (beritajatim.com) – Dua rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) pecah dalam perhelatan Jember Fashion Carnaval (JFC), di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (5/8/2023) malam. Sri Widayati, perwakilan Muri, menyerahkan piagam pemecahan rekor tersebut kepada Bupati Hendy.
Rekor yang dipecahkan adalah jumlah pedagang dan usaha mikro kecil menengah yang berjualan di sekitar runway JFC sepanjang 3,6 kilometer. Semula diperkirakan jumlah UMKM yang ikut ada dua ribu pedagang. “Namun ternyata setelah dihitung, ada 2.548 UMKM yang berpartisipasi,” kata Sri Widayati, perwakilan Muri,
Rekor berikutnya adalah jumlah lampu sorot terbanyak sepanjang runway. Semula diperkirakan ada 197 unit lampu. “Namun setelah dihitung ada 268 unit lampu,” kata Widayati.
Widayati mengatakan, ini bukan pertama kali Jember memperoleh penghargaan dari Muri. “Ada puluhan rekor yang sudah kami catat di Muri. JFC sendiri awal mula sudah kami catat di Muri pada 2004, yaitu dengan catwalk terpanjang 3.600 meter dengan 440 model peserta,” katanya.
Beberapa rekor lain menyusul pada masa pemerintahan Hendy. “Kami juga mencatat rekor bermain angklung dengan pasangan siswa dan orang tua terbanyak pada 16 November 2022,” kata Widayati.
Widayati melihat ada sisi lain kegiatan JFC. “Dampak Jember Fashion Carnaval ini luar biasa, terutama untuk para pedagang, para UMKM, untuk menyajikan produk-produknya. Memasarkan, memamerkan, menjual produk-produknya,” katanya.
“Pagelaran ini semakin mewah karena didukung oleh lampu sorot terbanyak sepanjang runway 3.600 meter,” kata Widayati.
Sebelumnya, Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM Jember Nurul Hafid Yasin mengatakan, sebenarnya ada dua usulan pemecahan rekor lagi, yakni pagelaran peragaan busana dengan barikade terpanjang dan pameran eksibisi batu meteor di Pendapa Wahyawubawagraha. Namun dua usulan ini ditolak oleh Muri. [wir]






