Pacitan (beritajatim.com) – Sebuah insiden mengerikan terjadi di Pantai Pancer Dorr, di Kabupaten Pacitan. Yakni ketika dua perahu nelayan tergulung ombak besar yang datang tak terduga. Kejadian ini nyaris merenggut nyawa seorang nelayan muda, Alan Leo Prabastian (18), yang sedang bertugas memindahkan perahu untuk perbaikan.
Nelayan asal Dusun Ngemplak, Desa Sirnoboyo itu, pada Kamis (27/2) pagi itu ditugaskan oleh Bowo pemilik perahu, untuk memindahkan perahu. Alan pun mulai mengarahkan perahu menuju muara Sungai Grindulu. Namun, saat mencapai ujung sungai, mesin perahu tiba-tiba mati. Ia mencoba menyalakan kembali mesin, tetapi usahanya sia-sia.
Sementara itu, ombak terus menggulung, semakin mendekat dan mengancam keseimbangan perahu. Dalam hitungan detik, sebuah ombak besar datang dan menghantam perahu, yang akhirnya membuat perahu tersebut karam. Mengetahui situasi tersebut, Alan yang tak punya banyak pilihan langsung melompat ke air.
“Beruntung, nelayan lain yang melihat kejadian itu segera melempar pelampung, korban berenang menuju tepian pantai dan selamat,” kata Komandan Pos Pengamatan Tamperan, Letda Laut Agung Utomo.
Tak lama setelah insiden pertama, upaya evakuasi dilakukan untuk menarik perahu yang karam. Sayangnya, kondisi ombak yang masih ganas, justru membuat satu perahu lainnya ikut tergulung. “Badan perahu yang digunakan evakuasi patah akibat hantaman ombak,” tambahnya.
Sekitar pukul 10.40 WIB, Tim SAR gabungan yang terdiri dari TNI AL, Polairud, BPBD, Damkar, dan UPT Pelabuhan Tamperan dikerahkan untuk menyelamatkan perahu yang rusak. Dengan kerja keras, satu perahu berhasil dievakuasi ke pinggiran muara Sungai Grindulu. Sementara untuk satu perahu lainnya, masih terikat dan karam di tepi pantai. “Untuk nelayannya tadi langsung dievakuasi menggunakan perahu karet BPBD ke masjid Apung,” pungkas Letda Laut Agung Utomo. (tri/kun)






