Jakarta (beritajatim.com) – Balapan MotoGP Jerman 2025 di Sachsenring menyisakan catatan kelam: hanya sepuluh dari 18 pembalap yang berhasil menyentuh garis finis. Sisanya berguguran akibat kecelakaan.
Hal ini menjadikan balapan yang berlangsung Minggu (13/7/2025) malam WIB ini sebagai salah satu Grand Prix paling dramatis dalam beberapa tahun terakhir.
Delapan pembalap terjatuh saat balapan, termasuk nama-nama seperti Joan Mir, Ai Ogura, Marco Bezzecchi, Fabio Di Giannantonio, dan Pedro Acosta.
Kecelakaan ini semakin memperparah absennya Maverick Vinales, Franco Morbidelli, Enea Bastianini, serta Somkiat Chantra, yang sebelumnya sudah dipastikan tidak turun karena cedera dan sakit.
Dominasi Marc Marquez bersama Ducati kembali tak terbendung. Ia memimpin dari start hingga finis dan menang dengan selisih lebih dari enam detik, mencetak kemenangan kesembilannya di Sachsenring. Namun di balik keberhasilan Marquez, lintasan Sachsenring justru menjadi tantangan berat bagi banyak pembalap lainnya.
Banyak kecelakaan terjadi di Tikungan 1, termasuk insiden yang menimpa Di Giannantonio dan Bezzecchi saat mereka sedang berada di posisi dua di belakang Marquez.
“Pecco Bagnaia menyebut betapa sulitnya Tikungan 1. Tiga pembalap terjatuh di sana dalam satu putaran. Ban depan mudah terkunci, terutama karena suhu ban naik dan trek kehilangan cengkeraman setelah hujan kemarin,” kata Analis MotoGP dari TNT Sports, Michael Laverty dilansir dari Crash.
Michael Laverty menilai bahwa Diggia dan Bezzecchi mungkin terlalu memaksakan diri untuk mengejar Marquez.
“Itulah kekuatan Marc – dia tahu kapan menekan dan kapan menahan. Lawan-lawannya mungkin memacu motor mereka melewati batas untuk bisa menyusul,” imbuhnya.
Laverty juga menyebut kondisi lintasan yang “hijau” – istilah untuk trek yang minim cengkeraman karena hujan sebelumnya – sebagai faktor utama.
Ban depan keras dan ban belakang sedang sebenarnya diprediksi sebagai kombinasi ideal untuk balapan 30 lap di Sachsenring. Namun kondisi lintasan yang tidak cukup panas membuat ban tersebut lebih sulit dikendalikan.
Meski banyak pembalap terjatuh, Laverty menegaskan bahwa masalah bukan pada desain sirkuit.
“Sachsenring itu unik. Trek pendek dan teknikal, tapi tetap memungkinkan balapan yang bagus. Saya rasa ini lebih karena kondisi yang tidak biasa, bukan karena motornya terlalu kuat atau treknya tidak layak,” jelasnya.






