Kediri (beritajatim.com) – Rombongan Komisi I DPRD Kabupaten Trenggalek melakukan kunjungan studi tiru ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Kediri, Jumat (25/4/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk menggali inovasi dan tata kelola pelayanan perizinan terpadu yang telah diterapkan di Kota Kediri.
Rombongan DPRD Trenggalek yang terdiri dari ketua, anggota, serta jajaran, disambut langsung oleh Kepala DPMPTSP Kota Kediri, Edi Darmasto.
Dalam pemaparannya, Edi membagikan informasi tentang sistem perencanaan kinerja, inovasi layanan, hingga berbagai capaian positif yang berhasil diraih oleh DPMPTSP Kota Kediri.
“Kita memanfaatkan teknologi informasi untuk mempermudah proses pelayanan, seperti sistem informasi manajemen, portal online, dan aplikasi mobile. Kita juga melakukan koordinasi yang efektif antara unit kerja terkait dalam penyelenggaraan PTSP, terutama untuk pelayanan yang melibatkan beberapa instansi,” jelas Edi.
Menurut Edi, seluruh proses pelayanan dilakukan berdasarkan prosedur dan standar operasional yang ketat, mulai dari penerimaan permohonan hingga penerbitan dokumen perizinan.
Hasilnya, DPMPTSP Kota Kediri pada tahun 2024 berhasil meraih peringkat ke-3 OPD terbaik di lingkungan Pemkot Kediri untuk kategori Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM). Selain itu, rating Google Review juga menunjukkan angka memuaskan yaitu 4,9 dari total 400 ulasan.
Hingga saat ini, DPMPTSP telah menerbitkan Nomor Induk Berusaha (NIB) sebanyak 47.413, dengan mayoritas pemohon berasal dari sektor warung makan, kedai makanan, perdagangan, dan laundry.
“Untuk mempertahankan prestasi ini kita selalu mengupayakan memberikan pelayanan yang prima, ramah, cepat, mudah, transparan, akuntabel, menerapkan budaya kerja, menjaga hubungan kerja yang harmonis dan kerjasama yang baik dalam lingkungan kerja,” imbuh Edi.
Edi juga mengapresiasi kunjungan dari DPRD Trenggalek dan berharap adanya kolaborasi antar-daerah dalam meningkatkan kualitas layanan publik.
Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Trenggalek, Husni Tahir Hamid, menyampaikan maksud dan tujuan kunjungannya ke Kota Kediri.
“Banyak permasalahan yang kita temui di DPMPTSP daerah kami, sehingga di sini kita ingin mencari solusi dan referensi di titik mana yang perlu kita tingkatkan dan perlu kita dorong untuk mencapai prestasi seperti di Kota Kediri,” ujar Husni.
Ia berharap informasi dan pengalaman yang diperoleh dari Kota Kediri dapat segera diterapkan di Trenggalek.
“Kita berharap setelah dari sini bisa melakukan perubahan dan perbaikan sehingga pelayanan perizinan di daerah kami bisa lebih baik lagi dan optimal,” tambahnya. [nm/ted]






