Surabaya (beritajatim.com) – Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Ais Shafiyah Asfar, meminta pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Kota Surabaya diprioritaskan bagi warga lokal yang benar-benar membutuhkan.
Ia juga mendorong agar data penerima zakat diintegrasikan dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sehingga penyalurannya lebih tepat sasaran.
“Pada prinsipnya, kami di DPRD mendukung penuh komitmen Wali Kota agar penghimpunan dana umat ini benar-benar kembali memberi manfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat Surabaya, khususnya mereka yang masuk kategori miskin dan rentan,” kata Ning Ais sapaan lekatnya, Selasa (10/3/2026).
Menurutnya, potensi zakat di Surabaya cukup besar, terutama yang bersumber dari aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya. Dengan jumlah pegawai yang mencapai ribuan orang, dana yang dihimpun melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Surabaya dinilai dapat menjadi instrumen penting untuk membantu mengatasi persoalan sosial.
“Potensi zakat dari ASN di lingkungan Pemkot Surabaya juga sangat besar. Saya akan terus memantau agar pengelolaan zakat melalui BAZNAS Surabaya dilakukan secara transparan dan profesional serta selaras dengan program pemkot dalam menurunkan angka kemiskinan,” tutur Ketua Harian DPP Partai Kebangkitan Bangsa ini.
Ia menjelaskan, salah satu persoalan yang perlu segera dibenahi adalah akurasi data penerima manfaat. Selama ini, tumpang tindih bantuan kerap terjadi karena belum adanya integrasi kuat antara data lembaga amil zakat dengan data resmi pemerintah.
“Dari sisi pengawasan, DPRD mendorong adanya sinkronisasi data yang kuat antara DTKS dengan data mustahik yang dimiliki oleh lembaga amil zakat maupun BAZNAS Surabaya sehingga penerima manfaat dapat terpetakan secara lebih akurat,” ujarnya.
Ia menambahkan integrasi data penting agar program bantuan benar-benar menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan. Tanpa pemetaan yang jelas, bantuan sosial berpotensi tidak efektif dalam menekan angka kemiskinan.
“Integrasi data ini penting agar tidak terjadi tumpang tindih bantuan dan zakat dapat lebih efektif menjangkau mereka yang paling membutuhkan,” imbuhnya.
Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sebelumnya juga meminta penyaluran ZIS diprioritaskan bagi warga Surabaya. Ia menegaskan dana umat yang dihimpun dari masyarakat Surabaya harus kembali memberikan manfaat bagi warga setempat.
“Saya ingin memastikan penyaluran ZIS tepat sasaran dan memprioritaskan warga Surabaya. Jangan sampai potensi besar ini justru lari ke luar, sementara warga kita sendiri masih membutuhkan intervensi,” katanya. [asg/beq]






