Surabaya (beritajatim.com) – Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Cahyo Siswo Utomo, menegaskan pentingnya pendekatan humanis dalam menghadapi arus urbanisasi pasca Lebaran. Dia menyebut fenomena ini tidak bisa dihindari karena Surabaya menjadi pusat ekonomi yang terus menarik pendatang.
“Urbanisasi pasca Lebaran adalah hal yang wajar. Tapi yang penting bagaimana kita mengelolanya dengan baik, agar tidak menimbulkan persoalan baru,” kata Cahyo, Jumat (27/6/2026).
Politisi PKS ini tetap mendorong adanya pengawasan terhadap para pendatang yang masuk ke kota. Namun, pengawasan tersebut harus diimbangi dengan pendekatan yang manusiawi dan tidak semata administratif.
“Pendatang yang masuk ke Surabaya harus dipastikan memiliki kejelasan identitas dan tujuan. Namun penanganannya tetap harus mengedepankan pendekatan humanis, terutama bagi mereka yang membutuhkan perlindungan sosial,” jelasnya.
Cahyo menyebut peran fasilitas sosial seperti Liponsos menjadi penting dalam menangani pendatang yang terlantar. Dia menilai proses pemulangan ke daerah asal harus dilakukan secara layak dan tidak menimbulkan persoalan baru. “Penanganannya harus humanis. Bukan sekadar dipulangkan, tapi dipastikan juga prosesnya sesuai dan tidak menimbulkan persoalan baru,” tegasnya.
Di sisi lain, dia juga meminta penguatan sistem pendataan kependudukan berbasis digital hingga tingkat RT/RW. Selain itu, pemilik rumah kos diminta aktif melaporkan penghuni baru sebagai bagian dari pengawasan. “Tujuannya jelas, menjaga ketertiban kota tanpa mengabaikan sisi kemanusiaan,” pungkasnya. [asg/kun]






