Surabaya (beritajatim.com)– Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya, Ajeng Wira Wati, mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) melakukan kajian mendalam terkait pelayanan dan kebutuhan tenaga medis sebelum membangun dua Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) baru di wilayah timur dan utara. Hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan layanan kesehatan bagi warga, terutama peserta BPJS.
“Pembangunan dua RSUD baru sangat dibutuhkan, mengingat program BPJS memungkinkan warga berobat di mana pun.Namun, kajian yang komprehensif harus dilakukan agar layanan yang diberikan optimal,” tegas Ajeng di DPRD Surabaya, Senin (15/7/2024).
Kajian tersebut diharapkan dapat menghasilkan acuan yang jelas mengenai jenis pelayanan yang akan disediakan, kebutuhan jumlah tenaga medis, serta jadwal operasional yang tepat guna. Dengan demikian, RSUD baru dapat segera memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan warga secara efektif.
Ajeng juga menekankan pentingnya menentukan spesialisasi bagi masing-masing RSUD baru.
“Diferensiasi dengan RSUD lainnya akan memperkaya pilihan berobat bagi masyarakat dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan secara keseluruhan,” tambahnya.
Rencananya, pembangunan dua RSUD tersebut akan dimulai pada tahun 2025.
Lokasi RSUD Surabaya Utara telah dipastikan akan menggunakan bangunan Eks Lapangan Tembak, yang sebelumnya pernah digunakan sebagai fasilitas perawatan pasien Covid-19.
Sementara itu, Pemkot Surabaya masih mencari lokasi yang sesuai untuk RSUD di wilayah selatan.
Komisi D DPRD Surabaya menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan dua RSUD ini.
“Kami berharap semua persiapan dilakukan secara maksimal agar pembangunan dapat terealisasi sesuai rencana dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat Surabaya,” pungkas Ajeng. [ADV/asg]






