Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, mengawali tahun 2026 dengan kegiatan keagamaan sebagai ruang refleksi sekaligus peneguhan niat pengabdian. Momentum awal tahun dipilih untuk memperkuat nilai spiritual serta kepedulian sosial terhadap sesama.
“Awal tahun adalah saat yang tepat untuk bermuhasabah. Kita menguatkan hubungan dengan Allah SWT, sekaligus mengingat bahwa keberkahan hidup dan kepemimpinan lahir dari kepedulian kepada mereka yang membutuhkan,” ujar Arif Fathoni, Jumat (2/1/2026).
Kegiatan khatmil Al-Qur’an dan santunan anak yatim tersebut digelar di ruang kerja pimpinan DPRD Surabaya. Suasana berlangsung khidmat, diiringi lantunan ayat suci Al-Qur’an dan doa bersama yang dipanjatkan untuk kebaikan kota serta para pemimpinnya.
Menurut politisi yang akrab disapa Mas Toni itu, khatmil Al-Qur’an menjadi pengingat penting bahwa setiap langkah pembangunan dan pengabdian publik harus berlandaskan nilai keimanan dan ketakwaan.
“Khatmil Al-Qur’an ini menjadi pengingat bahwa setiap langkah pembangunan dan pengabdian harus dilandasi nilai keimanan. Sementara santunan anak yatim adalah amanah agama agar keberkahan hidup dan kota ini terus terjaga,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak yatim tampak duduk berdampingan dengan tokoh masyarakat dan jamaah yang hadir. Kebersamaan itu menjadi simbol kepedulian sosial dan penguatan nilai kemanusiaan di tengah dinamika pembangunan kota.
Mas Toni menegaskan bahwa keberhasilan sebuah kota tidak semata diukur dari capaian fisik dan pertumbuhan ekonomi, melainkan juga dari terjaganya nilai kasih sayang, empati, dan keadilan sosial di tengah masyarakat.
“Keberhasilan sebuah kota tidak hanya diukur dari capaian fisik dan ekonomi, tetapi juga dari terjaganya nilai kemanusiaan, kasih sayang, dan keadilan sosial,” ucapnya.
Ia berharap doa yang dipanjatkan pada awal tahun ini menjadi wasilah kebaikan bagi Surabaya sepanjang 2026. Selain itu, ia juga berharap kepemimpinan di Kota Pahlawan senantiasa berpihak pada kepentingan warga.
“Semoga Surabaya diberi ketenteraman, dijauhkan dari marabahaya, serta dianugerahi pemimpin dan masyarakat yang amanah,” tuturnya.
Kegiatan diakhiri dengan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim serta doa bersama. Harapan dipanjatkan agar tahun 2026 membawa rahmat dan keberkahan bagi seluruh warga Surabaya.
“Di awal tahun, doa-doa itu dihaturkan agar kami diberi kekuatan dalam pengabdian, dan Surabaya senantiasa diberi keberkahan serta dipimpin dengan hati yang takut kepada Tuhan dan peka terhadap sesama,” pungkasnya. [asg/beq]






