Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, mengajak masyarakat memaknai kemerdekaan sebagai momentum untuk mewujudkan tujuan bernegara, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa dan menyejahterakan rakyat. Menurutnya, kedua tujuan tersebut harus diwujudkan melalui sinergi antara Pemerintah Kota (Pemkot) dan DPRD dalam kebijakan strategis yang berorientasi pada pendidikan dan kesejahteraan.
“Makna kemerdekaan kali ini adalah para penerus bangsa bisa melaksanakan tujuan bernegara kita yakni mencerdaskan kehidupan bangsa, mensejahterakan rakyat Indonesia,” kata Fathoni, Jumat (15/8/2025).
Mantan Ketua DPD Golkar Surabaya ini menegaskan, DPRD Surabaya berkomitmen mendorong perbaikan kualitas pendidikan di kota ini. Langkah tersebut meliputi pembangunan infrastruktur pendidikan sekaligus peningkatan kompetensi guru melalui bimbingan teknis berkelanjutan.
“Untuk itu Pemkot dan DPRD terus berkomitmen untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Kota Surabaya, baik infrastruktur pendidikan maupun suprastruktur pendidikan melalui serangkaian bimtek berkelanjutan terhadap tenaga pendidik,” ujarnya.
Fathoni berharap, seluruh upaya tersebut mampu mencetak generasi muda yang terdidik dan memiliki daya saing tinggi. Ia menilai SDM unggul menjadi modal penting menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Agar pelajar sang pemilik masa depan bangsa bisa menjadi generasi terdidik, sehingga Indonesia memiliki SDM unggul dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” tuturnya.
Tak hanya fokus pada pendidikan, DPRD juga terus mendorong pembangunan infrastruktur strategis di Surabaya. Menurut Fathoni, hal ini penting untuk memaksimalkan potensi Surabaya sebagai pintu gerbang Ibu Kota Negara (IKN) dan pusat ekonomi nasional.
“DPRD terus mendorong pemerintah kota membangun infrastruktur strategis, agar keunggulan Surabaya sebagai pintu gerbang IKN bisa memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat Surabaya, sehingga dapat menjadi stimulan pertumbuhan ekonomi,” tegasnya.
Fathoni juga mengingatkan, Surabaya sebagai kota pahlawan memiliki sejarah besar dalam perjuangan kemerdekaan. Momentum bulan kemerdekaan menurutnya perlu diisi dengan refleksi dan semangat untuk memberikan kontribusi positif bagi bangsa.
“Surabaya sebagai kota pahlawan, tempat arek-arek Suroboyo mengusir kaum penjajah harus mengisi bulan kemerdekaan ini dengan renungan suci, merefleksikan diri agar ada semangat memberikan sesuatu yang berguna bagi nusa dan bangsa,” ujarnya.
Bagi Fathoni, kegembiraan atas kemerdekaan harus menjadi energi positif untuk keberlangsungan bangsa di masa depan. Sejarah perjuangan melawan kolonialisme menjadi pengingat akan pentingnya mempertahankan kemerdekaan dengan kerja nyata.
“Sehingga kegembiraan karena sudah berhasil melawan praktek kolonialisme menjadi energi positif bagi keberlangsungan bangsa Indonesia di masa yang akan datang,” imbuhnya.
Mantan jurnalis dan lawyer ini juga menekankan rasa syukur mendalam karena Indonesia telah merdeka dan pembangunan berjalan sesuai cita-cita para pendiri bangsa. Ia membandingkan dengan negara lain yang masih berjuang mempertahankan kedaulatan pasca kemerdekaan.
“Kita harus bersyukur tiada tara, karena kita sudah merdeka, dan arah pembangunan bangsa sudah sesuai dengan rel yang dikehendaki oleh para pendiri bangsa,” ucapnya.
Fathoni mengingatkan pentingnya menjaga keberagaman sebagai pondasi bangsa. Menurutnya, persatuan dalam perbedaan adalah kekuatan terbesar Indonesia.
“Mengingat di negara lain masih tertatih-tatih menjalankan praktek bernegara pasca merdeka, bahkan masih ada negara yang menghadapi penjajahan, rasa syukur tersebut harus dilakukan dengan penghormatan atas keberagaman bangsa Indonesia, karena pondasi besar bangsa Indonesia adalah keberagaman suku, agama dan ras, Bhineka Tunggal Ika,” pungkasnya. [asg/beq]






