Sampang (beritajatim.com) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang menemukan sejumlah kejanggalan dalam pengelolaan anggaran yang dilakukan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Trunojoyo. Temuan ini muncul saat rapat pembahasan laporan triwulan III, yang turut membahas rencana bisnis PDAM Trunojoyo untuk tahun anggaran 2025 mendatang.
Dalam rapat tersebut, Komisi II DPRD Sampang menemukan sejumlah perbedaan signifikan dalam laporan yang disampaikan, termasuk ketidakcocokan data pelanggan, perbedaan pendapatan yang tercatat pada tahun 2024 dibandingkan dengan realisasi pendapatan tahun 2023, serta adanya biaya beban non-operasional yang cukup besar.
Ketua Komisi II DPRD Sampang, Alan Kaisan, menyatakan bahwa pihaknya memanggil PDAM Trunojoyo untuk membahas target pelanggan dan rencana pembiayaan yang akan diterapkan pada tahun 2025. Namun, dalam laporan yang disampaikan oleh Perumda, ditemukan beberapa data yang tidak konsisten dan tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.
“Setelah kami lakukan pengecekan, ditemukan perbedaan data pelanggan yang tercatat 12.071, padahal seharusnya jumlahnya 12.098. Selain itu, pendapatan pada tahun 2024 yang tercatat hingga bulan September sebesar Rp830.337.038 sangat jauh jika dibandingkan dengan pendapatan tahun 2023 yang mencapai Rp2.882.737.023,” ungkap Alan, Jumat (15/11/2024).
Perbedaan data ini memunculkan pertanyaan mengenai transparansi dan akurasi laporan yang disampaikan oleh PDAM Trunojoyo. Alan menambahkan bahwa penurunan pendapatan tahun 2024, meskipun jumlah pelanggan meningkat, menunjukkan adanya masalah dalam pengelolaan anggaran yang perlu segera dibenahi.
Menanggapi temuan ini, Kepala Satuan Pengawas Internal PDAM Trunojoyo, Yazid Solihin, mengakui adanya ketidaksesuaian data pelanggan yang ditemukan oleh Komisi II. Ia berjanji akan segera melakukan perbaikan dan menyelenggarakan rapat lanjutan untuk membahas sinkronisasi data dan anggaran perencanaan PDAM Trunojoyo.
“Kami akan segera memperbaiki data yang tidak sesuai dan melaksanakan rapat lanjutan minggu depan untuk melakukan pembahasan terkait anggaran dan target yang lebih realistis,” ujarnya. [sar/beq]






