Pasuruan (beritajatim.com) – DPRD Kabupaten Pasuruan bergerak cepat dalam penyusunan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) usai pelantikan pimpinan dewan. Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, langsung memimpin pembahasan yang berlangsung hingga malam hari, guna mempercepat proses pengesahan susunan komisi-komisi strategis.
Dalam pertemuan tersebut, disepakati beberapa nama yang akan mengisi posisi penting di DPRD, dari Komisi I hingga Komisi IV, serta beberapa badan lain seperti Bapemperda dan Badan Kehormatan.
Pada hasil pembahasan ini, Ketua Komisi I dijabat oleh Rudi Hartono dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB). Ia akan didampingi oleh Nik Sugiharti (Fraksi Golkar) sebagai wakil ketua, dan Eko Suryono (Fraksi Gabungan) yang menempati posisi sekretaris. Komisi II dipimpin oleh Gaung Andaka (Fraksi Golkar), dengan Agus Suyanto (Fraksi PKB) sebagai wakil, serta H. Arifin (Fraksi PDIP) sebagai sekretaris.
Fraksi PKB kembali mengamankan kursi pimpinan di Komisi III, dengan Yusuf Daniyal sebagai ketua. Eko Suyono (Fraksi PDIP) dipercaya menjadi wakil ketua, sementara Mahdi Haris (Fraksi Golkar) menempati posisi sekretaris. Komisi IV dipimpin oleh Andri Wahyudi (Fraksi PDIP), yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD di periode lalu. Posisi wakil ketua Komisi IV dipegang oleh Tri Laksono Adi Priyanto (Fraksi Golkar), dengan Abdul Karim (Fraksi PKB) sebagai sekretaris.
Selain komisi-komisi tersebut, pembahasan juga menetapkan kepemimpinan di Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) dan Badan Kehormatan (BK). Bapemperda akan dipimpin oleh H. Sugiyanto (Fraksi PDIP), dengan Aidzin Utama sebagai wakil. Sementara itu, Badan Kehormatan dipimpin oleh Nikmah Jamilah (Fraksi Gabungan), dengan Wasik Rahman (Fraksi PKB) sebagai wakilnya.
Menariknya, dalam susunan AKD yang telah disahkan ini, tidak ada satu pun anggota Fraksi Gerindra yang mendapatkan posisi. Saat dikonfirmasi mengenai hal ini, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, menegaskan bahwa formasi AKD telah melalui proses musyawarah bersama di internal DPRD.
“Semua pimpinan hanya memfasilitasi. Formasi ini sudah disepakati melalui musyawarah dan mufakat dalam rapat internal,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPC Gerindra Kabupaten Pasuruan, Rusdi Sutedjo, turut memberikan tanggapan terkait fraksinya yang tidak mendapatkan kursi di AKD. Menurut Rusdi, dinamika di parlemen merupakan bagian dari risiko politik yang harus dihadapi.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa hal ini tidak mengurangi semangat perjuangan Gerindra, khususnya dalam menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) di Kabupaten Pasuruan.
“Persoalan ini tidak perlu dianggap terlalu serius. Kami tetap fokus pada perjuangan memenangkan pemilukada di Kabupaten Pasuruan. Dinamika seperti ini justru menjadi vitamin bagi kami untuk semakin bersemangat dalam memenangkan pemilukada dengan gemilang,” jelas Rusdi.
Rusdi juga menambahkan bahwa Gerindra tengah mengusung tagline perubahan yang mungkin menimbulkan ketidaknyamanan bagi pihak-pihak tertentu, namun ia menegaskan bahwa program-program perubahan tersebut akan tetap diperjuangkan oleh partainya.
“Gerindra tetap solid. Kami akan terus bergerak dan fokus untuk memenangkan pemilukada,” pungkasnya. [ada/beq]






