Jember (beritajatim.com) – Menteri Pertanian Syahril Yasin Limpo sepakat dengan usulan Komisi B DPRD Jember, Jawa Timur, untuk membantu edukasi penggunaan pupuk berimbang terhadap petani.
“Kami bertemu di Kantor Kementerian Pertanian di Jakarta, Selasa (6/9/2022) kemarin. Ini pertama kalinya DPRD kabupaten dan kota ditemui Menteri Pertanian langsung,” kata Nyoman Aribowo, anggota Komisi B DPRD Jember, Kamis (8/9/2022).
“Pak Menteri menyetujui edukasi petani dengan cara mengukur kualitas tanah. Dengan demikian petani tidak hapalan dalam memupuk. Pemupukan disesuaikan kebutuhan yang seringkali tidak sebanyak yang digunakan,” kata Nyoman.
Nyoman menegaskan edukasi sangat penting. “Selama ini pemakaian pupuk tidak ada ukuran yang jelas di masing-masing lahan. Padahal setiap lahan kualitas tanahnya berbeda-beda. Biasanya petani hapalan saja menggunakan pupuk dan takarannya melebih (dari yang seharusnya). Di Jember, kami disetujui untuk melakukan gerakan pengukuran kualitas tanah,” katanya.
[berita-terkait number=”2″ tag=”pertanian-jember”]
“Petani yang mau menanam, persiapan lahannya harus didahului pengukuran kualitas tanah, baik kadar keasaman (pH) maupun kandungan tanah, sehingga penggunaan pupuk efektif. Karena memang ada di daerah tertentu, penggunaan urea cukup 100 kilogram. Tapi di daerah lain yang petaninya memang tidak paham dengan kondisi kualitas tanah, pemakaian pupuk bisa sampai 300-400 kilogram per hektare,” kata Nyoman.
Sosialisasi dan edukasi ini harus dilakukan intensif oleh petugas penyuluh lapangan Dinas Tanaman Pangan. “Kementerian Pertanian siap mendukung pelatihan PPL di Jember dan pengukuran kualitas tanah,” kata Nyoman.
Program ini relevan dengan kondisi saat ini, karena petani tidak bisa bergantung sepenuhnya pada pupuk bersubsidi. “Kita siapkan edukasi agar mereka tetap bisa bertani dengan efektif dan optimal. Target utamanya adalah peningkatan produktivitas hasil pertanian,” kata Nyoman. [wir/suf]






