Surabaya (beritajatim.com) – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 21 Surabaya menuai apresiasi dari DPRD Jawa Timur. Anggota Komisi E DPRD Jatim, Cahyo Harjo Prakoso menyebut pelaksanaan MPLS tersebut bukan hanya menggembirakan tetapi juga menyentuh secara moral.
“Ya ini suatu yang sangat menggembirakan dan mengharukan ya,” ujar Cahyo saat mengunjungi SRMA 21 di Kampus UNESA Lidah Wetan, Jumat (18/7/2025).
Cahyo menilai MPLS tahun ini sangat positif karena menekankan pembentukan karakter dan refleksi pribadi para siswa. Menurutnya, pendekatan ini efektif dalam menumbuhkan sikap kedisiplinan, kemandirian, dan kejujuran sejak dini.
“Yang pertama bagaimana menumbuhkan nilai kedisiplinan, kemandirian dan juga kejujuran,” kata Ketua DPC Gerindra Surabaya ini.
Salah satu sesi yang menarik perhatiannya adalah ketika siswa diminta menulis kekurangan mereka dan mengevaluasi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Cahyo menilai, metode ini mampu mencetak generasi muda yang kuat secara mental dan tangguh secara moral.
“Dan mereka juga diberikan cara untuk mengevaluasi agar menjadi pribadi yang lebih baik menjadi generasi muda Indonesia yang hebat tadi,” tutur alumnus Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya ini.
Cahyo juga mengapresiasi pemeriksaan kesehatan lengkap yang dilakukan sebelum siswa memulai kegiatan belajar. Menurutnya, ini menunjukkan keseriusan pengelola SRMA dalam menyiapkan generasi muda yang sehat secara fisik dan mental.
“Kemarin kami sudah melihat bagaimana proses masuknya cek kesehatan lengkap agar ini mereka dalam kondisi yang terbaik,” tuturnya.
Lebih lanjut, Cahyo menyebut bahwa Sekolah Rakyat merupakan terobosan luar biasa karena memberikan akses pendidikan berkualitas bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Cahyo menegaskan bahwa kualitas intelektual harus dibarengi dengan integritas dan akhlak yang baik.
“Kami sangat optimis bahwa sekolah rakyat ini betul-betul tidak hanya memberikan akses pendidikan berkualitas bagi keluarga kita yang tidak mampu, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas, integritas, intelektual, dan juga akhlak, moral dari generasi muda kita,” jelasnya.
Selain itu, Cahyo menyambut baik komitmen Rektor UNESA yang akan memberikan beasiswa kuliah kepada 100 siswa SRMA. Dia berharap program ini menjadi motivasi kuat bagi siswa untuk belajar lebih giat.
“Jadi, bagaimana rektor UNESA beliau menyampaikan akan memberikan apresiasi beasiswa untuk anak-anak yang sekolah di sekolah rakyat ini. 100 anak ini,” ungkapnya.
Dari segi fasilitas, Cahyo mengaku puas melihat kesetaraan kualitas antara SRMA Surabaya dan yang ada di Malang. Namun dia menegaskan bahwa kurikulum menjadi aspek terpenting dalam membentuk siswa.
“Fasilitas ruang gurunya, ruang belajarnya, tempat tinggalnya, asramanya, semua fasilitasnya baik. Tapi yang paling penting adalah sistem kurikulumnya,” tambah Cahyo.
Dia juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap pembentukan moral dan karakter siswa. Sekolah Rakyat dinilai sebagai model pendidikan yang mampu menanamkan nilai-nilai Pancasila dan sosial kemanusiaan sejak dini.
Dalam kunjungannya, Cahyo juga menyapa langsung para siswa dan memberikan semangat. Interaksinya yang hangat menunjukkan dukungan moral yang kuat terhadap kelangsungan pendidikan berbasis karakter di Sekolah Rakyat.
“Sekolah rakyat ini tidak hanya fokus pada peningkatan intelektual tetapi yang penting akhlak, moral, dan kepribadian kebudayaan. Itu yang menjadi kunci utama,” pungkasnya. [asg/but]






