Malang (beritajatim.com) – Sebagai wujud tridarma, dosen Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) melakukan riset pada kelompok difabel. Tim riset tersebut diketuai oleh Dr Roni Alim Ba’diya Kusufa,M.Pd yang beranggotakan Iva Nurdiana N., SE., MM; dan Sri Wilujeng, SE., MM. Mereka berhasil lolos kompetisi nasional riset keilmuan, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Tahun anggaran 2021-2022 lewat skema riset kemanusiaan.
Ketua tim, Roni Alim Ba’diya menjelaskan bahwa riset ini sebagai wujud dari tri dharma dosen. “Riset ini merupakan salah satu wujud dari tridarma dosen yang meliputi bidang pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Riset ini didanai oleh LPDP yang bertujuan untuk mengembangkan keilmuan Dosen di setiap perguruan tinggi,” ungkap Roni Alim dalam penyampaiannya, Rabu (03/08/2022).
Riset tersebut dilaksanakan di Desa Turirejo Kecamatan Lawang dengan judul “Kerangka Kajian Sosioetnografi: untuk Pengembangan Digitalisasi Desa Wisata Kaki Gunung Wedon di Masa Pandemi Covid-19”. Kajian Sosioetnografi berfokus pada kelompok difabel dalam aktivitas sehari-hari.
Dr. Roni Alim mengungkapkan tema dalam riset dilatarbelakangi adanya stigma pada kelompok difabel yang kurang mendapat ruang dan perhatian masyarakat, juga minimnya pelayanan kesehatan bagi mereka. “Stigma itu didasari oleh keterbatasan Sumber Daya Manusia penduduk lokal dalam penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi,” kata Roni
Sementara itu, Sri Wilujeng anggota tim menerangkan jika pemberdayaan pada kelompok difabel dapat mendukung pengembangan desa. “Pemberdayaan kelompok difabel secara tidak langsung bisa mendukung pengembangan desa wisata agar ekonomi kreatif desa dapat berjalan secara maksimal. Dengan demikian kelompok difabel mempunyai peran penting, serta mampu menjadi pribadi yang mandiri dan berdikari,” jelas Sri Wilujeng.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kota-malang”]
Iva Nurdiana yang merupakan dosen prodi manajemen Unikama sekaligus anggota dua menambahkan jika riset ini menghasilkan beberapa luaran. “Ada beberapa luaran yang dihasilkan meliputi, Rancangan model Peduli Anak Hebat (PAHAT), rekonstruksi RPS Mata kuliah geografi ekonomi, jurnal internasional bereputasi, jurnal nasional terindeks Sinta, buku ajar geografi ekonomi ber ISBN, hak kekayaan intelektual HKI, video kegiatan hasil riset dan publikasi di media massa,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Desa Turirejo, H. Arif Sumawanto, SH, MM. memberi apresiasi riset yang dilakukan oleh tim dari Unikama. Kepala Desa Turirejo mendukung penuh kelompok difabel agar mengaktualisasikan bakat dan minat mereka, dan ikut berperan dalam kehidupan bermasyarakat sehingga mereka mempunyai kesetaraan dengan masyarakat pada umumnya.
“Atas nama pemerintah desa saya siap mendukung, mengaktualisasikan bakat dan minat mereka, dengan membuka desa wisata kaki gunung Wedon ramah difabel dan pembukaan bumi perkemahan, serta posyandu khusus difabel,” terang Arif Sumawanto.
Lebih lanjut lagi, Iin Indrayanti selaku ketua perkumpulan orang tua difabel juga menyampaikan harapan. “Harapan kami adalah kelompok difabel ini mendapatkan kesetaraan di berbagai bidang sesuai dengan bakat, minat dan keahliannya,” jelas Iin indrayanti. [dan/but]






