Malang (beritajatim.com) – Dosen Universitas Negeri Malang (UM), Prof Djoko Saryono membuat buku panduan menulis dengan strategi metafiksi. Melalui buku ini penulis kreatif dapat lebih banyak melakukan teknik bercerita yang mendekatkan pembaca dengan karya sastra.
Dijelaskan Prof Djoko, buku panduan menulis strategi metafiksi adalah hasil tesis dari mahasiswa S2 pendidikan bahasa Indonesia UM bernama Muhammad Afnani Alifian. Dalam proses penulisannya, Prof Djoko, bersama dengan Afnani, dan Dr Karkono selaku dosen fakultas sastra UM yang juga pembimbing kedua dari tesis Afnani.
“Tesis Dani membahas metafiksi sebagai strategi penceritaan yang menyuguhkan kesadaran bagi pembaca bahwa cerita di dalam novel hanya sebuah fiksi. Adanya kesadaran tersebut mampu menyampaikan hubungan pengarang dengan plot, karakter, dan pemikirannya sebagai bagian dari masyarakat,” ungkap Djoko, Senin (16/9/2024).
Afnani, sebagai salah satu penulis buku panduan berharap melalui strategi metafiksi menjadi cara yang untuk membuat cerita lebih hidup karena mengajak pembaca turut terlibat dalam cerita. Strategi ini menarik untuk diketahui banyak orang sebagai pertimbangan menempuh proses kreatif menulis prosa.
“Buku ini penting dilakukan untuk ditulis mendukung penguatan karya sastra dengan berbagai strategi penciptaannya. Hasil buku ini berkontribusi pada renstra dan peta jalan perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” ucap Dani, sapannya.
Buku berjudul Menulis Prosa Ala Mahfud Ikhwan:Antara Memori Trauma dan Strategi Metafiksi ini akan diterbitkan oleh penerbit L’Avenir, kota Malang, yang merupakan penerbitan di bawah penerbit Mori. Buku ini mendapat bantuan hibah pendanaan internal UM tahun 2024.
“Buku ini merupakan bagian dari karya besar tesis. Namun, tesis tersebut hanya menguraikan data dan temuan tentang memori traumatis dalam novel Dwilogi Dawuk karya Mahfud Ikhwan sehingga diperlukan uraian terkait strategi metafiksi yang digunakan oleh penulis. Strategi metafiksi untuk menarasikan memori trauma yang akan diuraikan dalam buku ini,” kata Dani.
Dijelaskan pria yang sedang menjalani studi doktoral di Universitas Negeri Malang ini bahwa strategi metafiksi sebenarnya bukan hal baru. Bahkan definisi metafiksi sama tuanya dengan kehadiran fiksi itu sendiri.
“Karya-karya Cervantes itu sebenarnya ditulis dengan strategi metafiksi. Saya coba mengkaji dua novel karya Mahfud Ikhwan yang berjudul Dawuk Kisah Kelabu dari Rumbuk Randu dan Anwar Tohari Mencari Mati. Dari dua novel ini saya coba menguraikan strategi metafiksi yang ala Indonesia sehingga bisa digunakan penulis novel lain atau bahkan orang yang baru akan memulai menulis novel,” ungkap Dani.
Produk bukunya, kata Dani, berupa modul cara menulis dengan strategi metafiksi yang diuraikan menjadi empat bab, yaitu pendahuluan, dasar menulis dengan strategi metafiksi, bahan dan proses kreatif menulis dengan strategi metafiksi, dan penutup. “Saya harap buku ini bisa bermanfaat bagi masyarakat luas,” tutupnya. (dan/kun)






