Trenggalek (beritajatim.com) – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar pelatihan guru di Trenggalek.
Sebanyak 26 guru kelas V SD se-Kecamatan Bendungan mengikuti pelatihan penyusunan asesmen literasi matematis yang diselenggarakan di SMAN 1 Bendungan, Kabupaten Trenggalek pada Sabtu (27/07/2024)
Pelatihan ini bertujuan untuk membekali para guru dengan kemampuan menyusun asesmen yang efektif dalam rangka persiapan siswa menghadapi Asesmen Kompetensi Minimum (AKM).
Pelatihan yang menghadirkan tim dosen dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Surabaya ini membahas secara mendalam mengenai konsep literasi matematis, asesmen, dan penerapannya di tingkat sekolah dasar.
Para peserta diajak untuk memahami pentingnya literasi matematis dalam kehidupan sehari-hari serta bagaimana merancang soal-soal asesmen yang tidak hanya mengukur pemahaman konsep, tetapi juga kemampuan siswa dalam menerapkan matematika dalam berbagai konteks.
Dalam pelatihan ini, para peserta dilatih untuk menyusun asesmen yang mencakup berbagai aspek, mulai dari konteks (personal, sosial budaya, saintifik), konten (bilangan, geometri, data dan ketidakpastian, aljabar), level kognitif (pemahaman, penerapan, penalaran), hingga bentuk soal yang bervariasi.
“Peserta juga diberikan kesempatan untuk berlatih secara kelompok dalam menyusun asesmen dan mempresentasikan hasil kerjanya,” terang Ketua Tim Pemateri, Zaenal Abidin, S.Pd., M.Pd., Rabu (31/07/2024)
Menurutnya, pelatihan ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya dalam hal literasi dan numerasi. Melalui asesmen literasi matematis, guru dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan siswa dalam memahami konsep matematika serta merancang pembelajaran yang lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa.
Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari pelatihan ini, diharapkan para guru dapat menyusun asesmen yang lebih baik untuk siswa sehingga dapat meningkatkan kesiapan siswa dalam menghadapi AKM.
“Selain itu, pelatihan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di sekolah-sekolah dasar di Kecamatan Bendungan,” tambahnya.
Diketahui, Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan program penilaian yang dirancang untuk mengukur kemampuan literasi membaca, literasi numerasi, dan karakter siswa. AKM bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat tentang capaian pembelajaran siswa dibandingkan dengan ujian nasional sebelumnya. [fiq/beq]






