Surabaya (beritajatim.com) – Saat ini menjadi guru tak hanya sekadar bisa mengajar kreatif tetapi juga harus melek teknologi. Apalgi dengan munculnya teknologi AI (Artificial Intelligence) atau kecerdasan buatan. Namun sayangnya masih 3 persen guru yang memanfaatkannya sebagai pembantu media belajar.
Hal ini diungkapkan oleh Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, M.Sc., M.B.A, Ketua Smart Learning and Character Center PGRI (PSLCC) saat Gelaran Edu Tech di Hotel Grand Dafam Surabaya, Rabu (23/8/2023).
“Jadikan teknologi menjadi budak kita, bukan kita yang jadi budaknya teknologi, seperti yang banyak terjadi saat ini. Caranya dengan memanfaatkan AI untuk penunjang pembelajaran. Jadikan AI sebagai senjata guru untuk maju,” paparnya.
Dalam acara yang dihadiri oleh praktisi pendidikan ini para pembicara berbagi wawasan dan pengalaman terbaru mengenai strategi meningkatkan kualitas pendidikan di era kecerdasan buatan, termasuk implementasi Kurikulum Lima Pilar Utama (P5) untuk menciptakan ekosistem pendidikan modern dan visioner.
Targetnya pendidikan harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Pemberdayaan guru sebagai katalisator utama transformasi digital menjadi elemen kunci dalam merangkul masa depan pendidikan yang lebih inovatif.
Untuk mendorong inovasi pendidikan di era digital, Acer Indonesia meluncurkan Acer Smart School Awards (ASSA) 2023 bersamaan dengan penyelenggaraan Acer Edu Tech 2023 di Surabaya.
ASSA 2023 merupakan penghargaan berskala nasional kepada sekolah dan insan pendidik yang siap melaksanakan transformasi teknologi di dunia pendidikan. Dengan fokus pada pengembangan kualitas sumber daya manusia sebagai faktor utama dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Ajang tahunan ini memberikan kesempatan kepada berbagai jenjang pendidikan di sekolah umum maupun madrasah, mulai dari tingkat SD/Madrasah Ibtidaiyah, SMP/Madrasah Tsanawiyah, SMA/Madrasah Aliyah sampai SMK/Madrasah Aliyah Kejuruan. Pendaftaran untuk ASSA 2023 dapat dilakukan hingga 30 September 2023, sementara pengumuman pemenang direncanakan pada Desember 2023. Untuk pendaftaran Acer Smart School Awards 2023
Penghargaan yang akan diberikan mencakup kategori “Kepala Sekolah Inspiratif”, “Guru Kreatif”, dan “Jelajah Ilmu Award”. Semua kategori tersebut harus menerapkan prinsip-prinsip smart school yang disampaikan oleh Acer dalam rangka Acer Smart School Awards 2023.
Herbet Ang, Presiden Direktur Acer Indonesia, menjelaskan, ASSA 2023 difokuskan pada pengembangan mutu pendidik yang merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh melalui penerapan teknologi.
“Kami berharap ASSA 2023 berperan dalam menciptakan generasi unggul bagi bangsa,” paparnya.
Penyelenggaraan ASSA 2023 mendapat dukungan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Kementerian Agama, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Penerbit Intan Pariwara, dan Jelajah Ilmu. Pihak-pihak lain yang turut berkontribusi dalam ASSA 2023 termasuk Intel dan Hilo.
Leny Ng, Chief Operating Officer, Acer Indonesia, menyatakan, Acer Indonesia memiliki komitmen terhadap kemajuan dunia pendidikan di Indonesia.
“Melalui Edu Tech 2023 dengan fokus pada penerapan Kecerdasan Buatan (AI), kami ingin mendorong agar para pendidik dan siswa dapat memahami konsep dasar dan tren terbaru dalam AI. Ini akan memberikan dampak khusus dalam penerapan teknologi AI dalam konteks pendidikan,” bebernya.
“Langkah ini adalah bukti konkret dari peran aktif Acer Indonesia dalam mendorong peningkatan kualitas pendidik, memungkinkan mereka menggabungkan pengetahuan dari seminar ke dalam metode pengajaran yang lebih inovatif dan menarik. Dengan memanfaatkan AI, mereka dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang adaptif, memungkinkan setiap siswa belajar sesuai dengan tingkat kemampuan mereka dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks,” tutup Leny.[rea]






