Ringkasan Berita
* Menjelang Idul Adha, lapak Sahabat Qurban di Surabaya menerapkan strategi promosi unik untuk meningkatkan penjualan dengan memberikan bonus boneka domba cantik bagi setiap pembelian sapi atau kambing.
* Selain bonus fisik, mereka juga memanfaatkan teknologi digital melalui *live streaming* di platform TikTok guna menjangkau konsumen lebih luas.
* Penjualan hewan kurban di lapak ini dibanderol mulai dari Rp 2,8 juta hingga Rp 5 juta untuk kambing super, serta menyediakan program kurban salur seharga Rp 1,5 juta untuk didistribusikan ke wilayah Sulawesi dan Jawa Timur.
———————————————-
Surabaya (beritajatim.com) – Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha, persaingan bisnis penjualan hewan kurban semakin kompetitif. Berbagai inovasi menarik pun dilakukan oleh para pelaku usaha untuk memikat hati konsumen. Salah satu terobosan unik datang dari lapak penjualan hewan kurban yakni Sahabat Qurban yang berlokasi di depan Universitas Terbuka MERR Surabaya.
Lapak ini menghadirkan strategi pemasaran kreatif yang tidak biasa. Setiap pelanggan yang melakukan pembelian satu ekor sapi ataupun kambing akan langsung mendapatkan hadiah langsung berupa boneka domba yang cantik. Hadiah ini sengaja disiapkan sebagai daya tarik tambahan sekaligus bentuk apresiasi bagi para pekonvoi kurban.
Badrus, salah satu tim sales dari Sahabat Qurban Surabaya, menjelaskan bahwa bonus unik ini diberikan khusus untuk memanjakan para pembeli.
“Beli satu kambing dapat free boneka ini, Pak. Ini nanti bonusnya bisa diberikan untuk anak atau istri di rumah. Jadi untuk masyarakat Surabaya khususnya, jangan lupa beli di tenan ini karena ada hadiah boneka cantik,” ujar Badrus sembari menunjukkan boneka domba tersebut.
Badrus menambahkan, harga kambing yang ditawarkan di lapaknya sangat bervariasi untuk menjangkau berbagai kalangan. Harga mulai dari Rp 2,8 juta untuk kelas terendah, hingga Rp 5 juta untuk kambing kualitas super.
Tidak hanya mengandalkan penjualan konvensional secara tatap muka, Sahabat Qurban juga secara masif merambah ranah digital demi mendongkrak volume penjualan. Mereka memanfaatkan fitur live streaming di platform e-commerce seperti TikTok. Melalui siaran digital ini, calon pembeli dapat melihat langsung kondisi, kesehatan, dan ukuran hewan kurban secara real-time.
Feni Aprilia, tim live streaming Sahabat Qurban, menceritakan bagaimana interaksi digital ini membantu penjualan mereka secara signifikan.
“Untuk live streaming biasanya kami bagi tim, bisa dua sampai tiga orang dari Sahabat Qurban yang berjaga secara ramai-ramain. Jadwalnya tergantung waktu, biasa dari sore sampai malam hari di platform TikTok. Jumlah penontonnya bisa mencapai 100 orang atau lebih, tergantung harinya. Kalau weekend biasanya jauh lebih ramai,” kata Feni.
Feni juga membeberkan bahwa penjualan secara daring (online) ini cukup diminati oleh masyarakat modern yang sibuk. Bahkan kemarin (19/5/2026), lapaknya sudah berhasil menjual 1 ekor sapi dan 9 ekor kambing lewat transaksi digital. Di samping itu, tren pembelian online saat ini bergeser ke arah program kurban salur atau paket hemat, yang dipatok mulai dari harga Rp 1,5 juta. Hewan kurban dari program ini nantinya akan didistribusikan ke daerah-daerah yang membutuhkan, seperti Sulawesi dan berbagai wilayah di Jawa Timur.
Langkah adaptasi digital dan promosi interaktif yang dilakukan oleh Sahabat Qurban ini terbukti sukses mencuri perhatian masyarakat, sekaligus memberikan kemudahan dan pengalaman unik bagi umat Muslim dalam menunaikan ibadah kurban di era modern.[rea]






