Kediri (beritajatim.com) -Sebanyak dua puluh lima UMKM di Kota Kediri mengikuti asesmen kompetensi yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan UMTK Kota Kediri, Rabu (21/9/2022). Kegiatan tersebut merupakan puncak kegiatan Pelatihan Akses dan Literasi Keuangan Penguatan Permodalan UMKM Gelombang I yang telah terselenggara mulai Senin (19/9/2022).
“Ini merupakan hari terakhir, Senin lalu kita kerjasama dengan Bank Mandiri selaku narasumber kemudian di hari selasa kegiatan pelatihan diisi oleh OJK,” jelas Bambang Priyambodo, Kepala Dinas Koperasi dan UMTK Kota Kediri.

[berita-terkait number=”4″ tag=”kota-kediri”]Pada moment tersebut peserta harus menuntaskan dua belas unit kompetensi. Pemkot Kediri menyadari pentingnya sertifikat kompetensi yang akan didapat setelah lulus asesmen tersebut merupakan pengakuan dari pemerintah, sehingga dapat menimbulkan kepercayaan dari investor maupun stakeholder.
Melalui kegiatan yang berlangsung di Klinik UMKM Dinas Koperasi dan UMTK Kota Kediri ini, diharapkan agar pelaku UMKM terstandar dalam pengelola usaha, artinya dalam mengelola usaha ada standarisasi. Sehingga peserta mempunyai knowledge, attitude, keterampilan yang baik sebagai pelaku usaha.
Dalam kegiatan tersebut, Denik Mariyani, owner Dendro salad mengatakan bahwa dirinya merasa sangat terbantu berkat diadakannya kegiatan ini.

Sebelum mengikuti asesmen, Denik juga mengaku mendapatkan beragam ilmu, seperti: info terkini permodalan dan beberapa studi kasus sebagai bahan peringatan bagi pelaku UMKM.
“Saya sampaikan terima kasih kepada Pemkot Kediri karena sudah memperhatikan pelaku UMKM dan memfasilitasi kegiatan ini secara gratis,” tutupnya. [nm/kun]






