Surabaya (beritajatim.com) – Beberapa bulan belakangan ini, area Jawa Timur tengah dilanda hujan yang sangat deras. Bahkan diikuti dengan angin kencang dan gemuruh petir yang menakutkan.
Bahkan, di sebagian daerah terdampak bencana alam sebagai imbasnya, seperti angin puting beliung, pohon tumbang, banjir, dan tanah longsor.
Cuaca yang sedang ekstrim ini membuat kita harus tetap waspada, baik di dalam rumah maupun di luar rumah. Bagi umat muslim, Islam sebenarnya telah mengajarkan cara menyikapi keresahan hati akibat cuaca. Yap, tentu saja dengan memanjatkan doa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
[berita-terkait number=”5″ tag=”doa”]
Berikut ini adalah beberapa bacaan doa yang bisa dilafadzkan ketika berada dalam kondisi cuaca yang buruk.
Doa ketika hujan disertai petir
Dilansir dari Elbalad, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam berdoa saat hujan dengan kalimat ini:
سُبْحَانَ الَّذِيْ يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ
“Subhanalladzi yusabbihur ro’du bi hamdihi wal mala-ikatu min khiifatih.”
Artinya: “Maha Suci Allah yang petir dan para malaikat bertasbih dengan memuji-Nya karena rasa takut kepada-Nya.”
Doa ketika mendengar petir pertama
Dalam riwayat dengan sanad yang dla’if atau lemah, Rasulullah juga melantunkan bacaan ini ketika mendengarkan gemuruh pertama:
اَلًلهُمَ لا تقتلنا بغضبك ولا تهلكنا بعذابك وعافنا قبل ذلك
“Allahumma la taqtulna bighadhabika wala tuhlikna bi’adzabika wa ‘afina qabla dzalika.”
Artinya: Ya Allah, janganlah kau bunuh diriku dengan kemarahan-Mu, dan janganlah kau rusak diriku dengan siksa-Mu, dan maafkanlah aku sebelum semua itu.
Doa ketika mendengar petir kedua
Selain itu, dalam kitab al-Muwaththa’ melalui sanad dan shahih disebutkan, ketika mendengar guruh kedua, ini doa yang dibaca oleh Rasulullah :
سُبْحانَ الَّذي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالمَلائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ
“Subhânal-ladzî yusabbihur ra‘du bihamdihi walmalâ-ikatu min khîfatihi.”
Artinya: Maha suci (Allah) Dzat yang guruh itu bertasbih dengan memuji-Nya, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya.
Selain itu, kalian juga bisa membaca doa berikut ketika ingin meminta agar Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk memindahkan hujan ke tempat yang lebih bermanfaat, apalagi ketika lokasi kalian berpotensi mengalam kerusakan dan bencana akibat hujan yang dialami.
Doa tersebut adalah sebagai berikut:
اَللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلاَ عَلَيْنَا، اَللَّهُمَّ عَلَى اْلآكَامِ وَالظِّرَابِ، وَبُطُوْنِ اْلأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ
“Allahumma hawaalainaa wa laa ‘alainaa. Allahumma ‘alal aakaami wadz dzirabi wa buthuunil awdiyati wa manabitis syajari.”
Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, jangan yang merusak kami. Ya, Allah! turunkanlah hujan di dataran tinggi, di bukit-bukit, di perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan.”
Doa ketika angin kencang
Ketika hujan diiringi dengan angin yang sangat kencang, berikut adalah doanyang bisa kalian lafadzkan:
ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺇﻧﻲ ﺃﺳﺄﻟﻚ ﺧﻴﺮﻫﺎ ﻭﺧﻴﺮ ﻣﺎ ﻓﻴﻬﺎ ﻭﺧﻴﺮ ﻣﺎ ﺃﺭﺳﻠﺖ ﺑﻪ
ﻭﺃﻋﻮﺫ ﺑﻚ ﻣﻦ ﺷﺮﻫﺎ ﻭﺷﺮ ﻣﺎ ﻓﻴﻬﺎ ﻭﺷﺮ ﻣﺎ ﺃﺭﺳﻠﺖ ﺑﻪ
“Allahumma innii as’aluka khoiroha wa khoiro maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bihi. Wa a’udzu bika min syarriha wa syarri maa fiihaa wa syarri maa ursilat bihi.”
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan angin ini dan kebaikan yang terkandung padanya serta kebaikan apa yang dibawanya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang ada padanya dan kejelekan apa yang dibawanya.” (HR al-Bukhari)
Doa Setelah hujan
Apabila hujan telah berhenti, jangan lupa untuk membaca doa untuk bersyukur atas atas rahmat dan berkah yang telah Allah berikan. Yakni dengan melantunkan doa berikut :
مُطرنا بفضل الله ورحمته
“Muthirna bi fadhlillahi wa rahmatihi.”
Artinya: “Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah.” (HR. al-Bukhari).
Bagi umat muslim, membaca doa dalam situasi apapun amatlah penting. Agar kalian senantiasa dilindungi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dari segala marabahaya. (mnd/nap)






