Gresik (beritajatim.com) – Di tengah pandemi covid-19, perusahaan pupuk regional Petrokimia Gresik (PG) meluncurkan Digital Learning Center (DLC) solusi untuk mencetak SDM yang unggul. Keberadaan DLC disaksikan langsung Asisten Deputi Bidang Industri Pangan dan Pupuk (Asdep IPP) Kementerian BUMN RI, Zuryati Simbolon serta Dirut Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo, dan Direktur Transfrormasi Bisnis Pupuk Indonesia, Panji Winanteya Ruky, di Gresik, Rabu (15/09/2021).
Zuryati mengatakan, DLC ini merupakan satu bukti nyata dari lima strategi yang telah ditetapkan Kementrian BUMN terkait pemanfaatan teknologi.
“BUMN harus mampu meningkatkan kinerja melalui kepemimpinan teknologi, digitalisasi, dan industri 4.0. Digital Learning Center Petrokimia Gresik merupakan implementasinya,” ujarnya.
Dirut Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo mengatakan, inovasi digital yang telah dicanangkan sejak tahun 2020 ini merupakan hasil sinergitas Kementerian BUMN, melalui Pupuk Indonesia dan Petrokimia Gresik, dan Kementerian Perindustrian sebagai upaya meningkatkan daya saing tenaga kerja di Indonesia.
Digital Learning Center Petrokimia Gresik diciptakan tidak hanya untuk mempercepat penguasaan kompetensi karyawan, tapi juga menjadi sarana bagi mahasiswa magang dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk menyiapkan calon tenaga kerja yang berkompeten dan bersertifikat dalam menghadapi persaingan global.
[berita-terkait number=”4″ tag=”petrokimia-gresik”]
“Selama pandemi banyak mahasiswa kesulitan mencari tempat praktik karena banyak perusahaan menutup program magang untuk mencegah penyebaran Covid-19. Digital Learning Center Petrokimia Gresik merupakan jawaban atas permasalahan tersebut,” katanya.
Adanya DLC, mahasiswa magang tidak perlu datang ke pabrik untuk melakukan praktik kerja industri, karena mereka bisa mendapatkan pengalaman magang yang riil melalui fasilitas Digital Learning Center.
“Petrokimia Gresik menjadi BUMN pertama yang menggunakan virtual reality dalam metode pembelajaran digital bagi peserta magang maupun karyawan,” ungkap Dwi Satryo. [dny/but]






