Probolinggo (beritajatim.com) – Meski musim hujan sedang berlangsung, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo belum menemukan adanya lahan pertanian yang rusak.
Hal tersebut diungkap oleh Kepala Bidang Pelaksana Penyuluhan dan Bina Usaha Tani DKPP, Arif Kurniadi menjelaskan, pada musim hujan yang berlangsung beberapa bulan belakangan ini, sekitar 37 ribu hektare lahan persawahan di Kabupaten Probolinggo, belum ditemukan ada yang rusak akibat hama.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pertanian”]
“Terpantau saat ini belum ada yang bermasalah, pemantauan dilakukan oleh PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) dan kami juga ada tim pengamat OPT (organisme pengganggu Tanaman) yang secara rutin memantau,” katanya.
Meski begitu, pada musim hujan ini, kata Arif, potensi sejumlah gangguan pada lahan pertanian akan terjadi. Utamanya pada lahan persawahan yang rentan terjadi serangan OPT maupun kerusakan akibat bencana alam.
“Kalau bencana alam kan tidak dapat diprediksi,” ujarnya.
Kendati tidak adanya lahan pertanian yang rusak, pihaknya terus melakukan pemantauan dan analisa ke sejumlah wilayah. “Seperti Kecamatan Gading, Kraksaan, Krejengan dan Pajarakan. Saat musim hujan biasanya kawasan tersebut rentan terserang OPT, utamanya pada serangan hama tikus. Saat musim hujan, biasanya di wilayah tersebut seluruhnya menanam padi. Sehingga rentan terserang. Tapi sejauh ini masih belum ada yang ditemukan bermasalah,” sebutnya. [tr/suf]






