Kediri (Beritajatim.com) – Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri menerima laporan kasus penyakit lumpy skin disease (LSD) di wilayah kerjanya.
Berdasarkan laporan yang diterima DKPP Kabupaten Kediri, ada sebanyak 103 kasus penyakit LSD atau latto – latto yang menyerang sapi warga.
Dari jumlah total 103 kasus LSD yang dilaporkan tersebut, DKPP Kabupaten Kediri menyebut, kini hanya tinggal 40 kasus sapi terjangkiti LSD.
Baca Juga : Permainan Tradisional Bank Indonesia Kediri Tarik Minat Anak
Hal itu disampaikan oleh Yhuni Ismhawati, Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, DKPP Kabupaten Kediri saat melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah hewan ternak.
DKPP Kabupaten Kediri melakukan deteksi dini penyakit LSD dan PMK serta penyakit lain menjelang Hari Raya Idul Adha. Petugas menyasar sejumlah tempat jual hewan ternak.
“Kami memastikan hewan ternak yang dijual di pasar hewan maupun yang dijual langsung dari peternak di kandang dalam keadaan sehat, jelang Hari Raya Kurban,” katanya.
Baca Juga : Pemkot Kediri Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Hidup Sehat
Dalam sidak tersebut, selain melakukan sosialisasi kepada para penjual terhadap gejala PMK dan vaksinasi LSD, petugas juga melakukan pemeriksaan secara langsung terhadap kesehatan hewan ternak, seperti sapi dan kambing.
Yhuni menyebut, terkait perkembangan laporan terhadap penyakit PMK yang masuk ke DKPP sebanyak 186 kasus, dan hingga kini tinggal terdapat 10 hewan yang sakit.
Namun Yhuni memastikan, sebanyak 12 ribu ekor hewan sapi dan 40 ribu ekor hewan kambing siap untuk dijadikan hewan kurban di Kabupaten Kediri. [nm/ted].






