Malang (beritajatim.com) – Koperasi telah berperan penting dalam mendukung perekonomian mikro Indonesia sejak pertama kali berdiri pada tahun 1960. Namun, dengan adanya transformasi digital, sistem konvensional koperasi ikut berubah.
Melihat tantangan tersebut, Djoin hadir sebagai solusi bagi digitalisasi koperasi. Startup rintisan I Wayan Indra Adi Suputra ini menghadirkan platform keuangan bagi industri koperasi.
“Tahun 2020, pariwisata di Bali mati. Dari insight yang kita dapat selama mengerjakan project di salah satu bank, akhirnya kita bangun Djoin. Layanannya sebagai banking-as-a-service untuk koperasi,” ucap Indra, sapaan akrab pria lulusan Universitas Udayana itu.
Solusi yang ditawarkan Djoin yakni Coopmax, akan fokus pada ekosistem koperasi simpan pinjam digital.
“Kita memberikan solusi atau produk aplikasi core banking, mobile banking, dan e-collector. Sehingga koperasi bisa naik kelas, punya ekosistem digital. Anggotanya pun bisa punya mobile banking seperti bank konvensional,” tutur Indra.
Indra mengakui, cukup banyak kendala yang ia temui dalam perjalanannya membangun Djoin.
“Faktor internal misal terkait SDM, permodalan, dan inovasi kedepannya. Faktor eksternalnya pasti ada di market, regulasi yang berubah-ubah di koperasi, serta mindset koperasi untuk mau terdigitalisasi,” pungkas Indra.
Indra melihat, digitalisasi ekonomi mikro sering dihantui permasalahan pelayanan pelanggan atau aftersales.
“Mereka punya sistem, tapi teknisinya sulit dihubungi. Itu masalah yang coba kami selesaikan melalui produk-produk Djoin. Yang terpenting adalah bagaimana kolaborasi dengan partner, dan customer service kita optimal. Itu core value kita,” ucap Indra.
Sejak September 2020, Djoin telah memiliki sejumlah mitra yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Hingga kini, Djoin telah bermitra dengan 86 koperasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Mitra kami ada di Jawa Timur, NTB, NTT, Balikpapan, Maluku, Ambon, hingga Papua,” pungkas Indra.
Meski begitu, Indra merasa pelajaran dan konribusinya di dunia koperasi melebihi tantangan yang harus ia hadapi.
“Aku belajar menghadapi banyak orang, susah senang dilewati bersama tim. Ada dampak positif untuk Djoin, dan untuk tim. Kemudian karena koperasi merupakan tonggak perekonomian Indonesia, disitu titik serunya,” ujar Indra.
Perubahan ekosistem koperasi
Koperasi merupakan salah satu pilar penting perekonomian Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah koperasi di Indonesia pada tahun 2023 mencapai 204.800 unit. Koperasi tersebut telah menyerap 10,7 juta tenaga kerja dan memberikan kontribusi terhadap PDB sebesar 5,9%.
Namun, dengan adanya transformasi digital, ekosistem koperasi ikut berubah. Koperasi dituntut untuk beradaptasi dengan teknologi digital agar dapat bersaing dan bertahan di era yang serba digital ini.
Solusi dari Djoin
Djoin hadir sebagai solusi bagi digitalisasi koperasi. Startup ini menawarkan platform keuangan yang dapat membantu koperasi untuk bertransformasi secara digital.
Platform keuangan yang ditawarkan Djoin yakni Coopmax, akan fokus pada ekosistem koperasi simpan pinjam digital. Coopmax terdiri dari tiga produk utama, yaitu:
Aplikasi core banking: Aplikasi ini berfungsi untuk mengelola data dan transaksi keuangan koperasi.
Mobile banking: Aplikasi ini berfungsi untuk memberikan layanan perbankan kepada anggota koperasi.
E-collector: Aplikasi ini berfungsi untuk membantu koperasi dalam memungut simpanan dari anggota.
Dengan menggunakan platform keuangan dari Djoin, koperasi dapat:
Meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional
Meningkatkan layanan kepada anggota
Menjangkau anggota yang lebih luas
Tantangan dan peluang
Meski memiliki potensi yang besar, digitalisasi koperasi juga menghadapi sejumlah tantangan. Tantangan tersebut antara lain:
Kurangnya sumber daya manusia (SDM) yang kompeten di bidang teknologi informasi
Keterbatasan permodalan
Regulasi yang belum sepenuhnya mendukung
Namun, di sisi lain, digitalisasi koperasi juga memiliki sejumlah peluang, antara lain:
Memperluas akses keuangan kepada masyarakat
Meningkatkan daya saing koperasi
Mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia
Kesimpulan
Digitalisasi koperasi merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Dengan digitalisasi, koperasi dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional, meningkatkan layanan kepada anggota, dan menjangkau anggota yang lebih luas. (ted)
============
Konten Kerjasama beritajatim.com dengan Ngalup Collaborative Network
Ngalup Coworking Space yang saat ini bertransformasi menjadi Ngalup Collaborative Network, adalah wadah bagi para talent, stakeholders, dan berbagai lini bisnis untuk kolaborasi dan berjejaring. Kami menyadari kebutuhan akan perubahan dan tantangan zaman yang semakin berkembang, menjadikan Ngalup tidak hanya sebagai tempat melainkan fasilitator.






