Malang(beritajatim.com) – Proses percepatan vaksinasi di Kota Malang terhambat karena distribusi vaksin dari pusat tersendat. Hingga akhir Juli 2021 baru 365 ribu warga Kota Malang yang sudah di vaksin dosis satu dan dua. Jumlah ini tergolong kecil dari target sekira 590 hingga 600 warga yang harus divaksin.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif mengatakan, pasokan vaksin diharapkan segera datang dari pusat. Sebab, banyak warga yang hanya terhenti di dosis pertama saja. Jika tidak, maka pembentukan antibodi dalam dirinya tidak maksimal.
“Kita sampai terakhir 365 ribu dosis yang kita pakai. Kalau targetnya 70 persen dari penduduk berarti sekitar 590 atau 600 ribuan warga. Dari jumlah itu (365 ribu) 90 persen warga Kota Malang,” kata Husnul, Senin, (26/7/2021).
[berita-terkait number=”5″ tag=”vaksin”]
Husnul mengatakan, untuk tercapainya herd imunnity di suatu wilayah minimal 70 persen dari jumlah penduduk harus sudah tervaksin. Mereka saat ini sedang mengejar itu. Proses vaksinasi saat ini tetap berjalan tetapi jumlahnya tidak begitu banyak karena hanya menghabiskan stok yang ada.
“Diharapkan cepat datang karena kalau hanya dosis 1 takutnya tidak stabil. Jadi misal nanti datang kita akan fokuskan memberi layanan suntik dosis kedua. Kita tergantung dari stok atau distribusi vaksin. Mudah-mudahan cepat jenisnya kita juga gak bisa tentukan. Apa yang datang ya itu yang kita gunakan,” papar Husnul.
Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, apa yang dialami daerahnya juga dirasakan daerah lain di Jawa Timur. Mereka sedang meminta kiriman vaksin dari pusat. Dia berharap pengiriman dipercepat dan diperbanyak mengingat kasus Covid-19 di Kota Malang cukup tinggi. Dalam 3 pekan terakhir hampir 150 orang terpapar Covid-19.
“Ketersediaan stoknya habis dan rata-rata di daerah lain juga begitu. Ini kita masih proses minta lagi ke pusat. Jadi kita tunggu kiriman,” tandas Sutiaji. (Luc/kun)






