Magetan (beritajatim.com) – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Magetan pada Minggu (20/10/2024) menyebabkan kerusakan pada rumah Lamianto (48), warga Desa Sumursongo, Kecamatan Karas. Atap rumahnya roboh akibat lapuk yang diperparah oleh hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut. Lamianto, yang tinggal seorang diri di rumah itu, terpaksa harus mencari tempat tinggal sementara.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan, Eka Wahyudi, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan penanganan darurat dengan membersihkan puing-puing dan memastikan Lamianto mendapatkan tempat tinggal layak hingga rumahnya bisa diperbaiki.
“Segera kami laporkan ke Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman (Disperkim) Magetan untuk bisa diperbaiki. Saat ini masih kami buatkan laporannya, untuk kemudian diserahkan ke Pj Bupati, lalu proses selanjutnya ditangani oleh Disperkim,” jelas Eka pada Selasa (22/10/2024).
Sementara itu, Kepala Bidang Perumahan Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman Magetan, Teguh Adi Wiyono, menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu laporan resmi terkait kejadian tersebut. Ia juga menambahkan bahwa sebelumnya belum ada laporan tentang kondisi rumah Lamianto yang layak mendapatkan bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
“Sebelum rumahnya roboh, tidak ada laporan (warga butuh bantuan rehab rumah) masuk ya, baru setelah atap rumah Pak Lamianto ini roboh akibat hujan lebat beberapa waktu lalu,” ujarnya.
Teguh memastikan pihaknya telah mendatangi lokasi untuk melakukan assessment. Penanganan rumah Lamianto akan menggunakan anggaran reguler pada tahun 2025, dengan estimasi pengerjaan mulai Februari atau Maret 2025
. “Untuk saat ini, ada sekitar 13 rumah warga Magetan yang rusak akibat bencana dari Januari hingga Oktober 2024. Semua akan ditangani tahun depan,” kata Teguh.
Dengan kejadian ini, warga diimbau untuk lebih waspada terhadap cuaca ekstrem yang kerap melanda di musim penghujan. Kerusakan rumah akibat bencana alam menjadi prioritas pemerintah daerah dalam perbaikan infrastruktur untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat. [fiq/beq]






