Mojokerto (beritajatim.com) – Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto menggelar operasi pasar murah di pintu masuk Pasar Tanjung Anyar.
Beras yang dijual dalam operasi pasar murah tersebut yakni beras medium dari program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Beras medium dari program SPHP yang dibanderol Rp8.700 per kg atau Rp43.500 kemasan 5 kg tersebut juga langsung didistribusikan ke pedagang pasar yang tergabung dalam Rumah Pangan Kita (RPK). Dengan syarat, pedagang harus menjualnya di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).
Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan, Diskopukmperindag Kota Mojokerto, Heri Setiyawan mengatakan, namun yang mengajukan hanya pedagang Pasar Prajurit Kulon.
Baca Juga:
Jelang Idul Adha, Harga Beras di Mojokerto Merangkak Naik
“Baru pedagang di Pasar Prajurit Kulon yang telah mengajukan permintaan beras SPHP,” ungkapnya, Sabtu (17/6/2023).
Untuk pedagang di Pasar Tanjung Anyar, lanjut Heri, pihaknya belum menerima permintaan. Karena belum ada pedagang di pasar terbesar di Kota Mojokerto ini yang jual beras SPHP Bulog sehingga pihaknya menggelar operasi pasar murah di Pasar Tanjung Anyar.
Sebelumnya, jelang Hari Raya Idul Adha harga sejumlah bahan pokok di Kota Mojokerto merangkak naik, seperti komoditi beras yang masih dibanderol di atas HET di pasaran. Beras jenis medium saat ini rata-rata berkisar Rp11 ribu sampai Rp12.500 per kg.
Dalam operasi pasar murah tersebut Diskopukmperindag Kota Mojokerto menyediakan total 6 ton untuk tiga hari. Beras medium dari program SPHP tersebut dibandrol Rp8.700 per kg atau Rp43.500 kemasan 5 kg. [tin/beq]






