Malang (beritajatim.com) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang menggenjot penerimaan retribusi parkir dan terminal. Di pengujung September 2023 ini saja, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari dua sektor tersebut mulai mendekati 70 persen dari angka yang ditargetkan.
“Beberapa inovasi-inovasi kami lakukan agar bisa memenuhi target, minimal bisa di atas yang bisa kami penuhi pada tahun sebelumnga (2022) yakni Rp4 miliar,” kata Kasi Parkir Dishub Kabupaten Malang, Hartono, selepas hearing dengan DPRD Kabupaten Malang kemarin.
Hartono menjelaskan, PAD dari dua sektor itu berbeda dari tahun sebelumnya. Mengingat, saat ini sudah tak ada mobil angkutan umum yang masuk ke terminal.
Semua terminal tipe C yang dimiliki Pemkab Malang saat ini cenderung sepi. Sehingga Dishub membuat inovasi. Salah satunya, dibangun kios-kios lalu disewakan sehingga masih ada aktivitas ekonomi di dalam terminal itu.
“Kios tersebut banyak yang jadi pujasera sehingga jadi jujukan atau wisata kuliner, dari delapan terminal yang dimiliki Pemkab. Sehingga itu pemasukan kita dari retribusi terminal,” tuturnya.
BACA JUGA:
Wahyu Hidayat Langsung Paparkan SAKIP Pemkot Malang di Depan Kementerian PANRB
Hartono menerangkan, adapun delapan terminal tipe C itu di antaranya Terminal Talangagung, Terminal Lawang, Terminal Singosari, Terminal Wonosari, Terminal Gondanglegi, Terminal Dampit, dan Terminal Tumpang.
Namun, dari delapan terminal itu yang pendapatannya tertinggi itu adalah Terminal Talangagung. Karena ada banyak perkantoran, seperti perkantoran uji KIR dan Satuan Administrasi Satu Atap (Samsat) dan Kantor Dishub.
“Banyak perkantoran, sehingga pendapatan parkirnya cukup tinggi. Selain itu tak akan terjadi kebocoran parkir dan satu-satunya terminal di Pemkab Malang, cuma Terminal Talangagung yang menggunakan gate parking,” ujarnya.
Sesuai Perda-nya, tarif parkir Kabupaten Malang di Terminal Talangagung Kepanjen, salah satunya, sebesar Rp2.000 untuk sepeda motor, Rp3.000 untuk mobil, Rp5.000 untuk truk, dan Rp6.000 untuk truk besar. Untuk Terminal Talangagung pendapatannya sekitar Rp400 ribu sampai Rp500 ribu. Meski tinggal tiga bulan lagi di penghujung akhir tahun ini namun Dishub yakin bisa memenuhi targetnya.
BACA JUGA:
Kampung Wirausaha Nusantara Diluncurkan di Kota Malang
“Kemampuan kami dari retribusi terminal itu Rp1,7 miliar per tahun sedang untuk retribusi parkir itu, ya bisa naik sedikit dari tahun sebelumnya,” beber Hartono.
Hartono menambahkan, beberapa terobosan yang sudah disiapkan Dishub, guna mendongkrak perolehan retribusi. “Setelah kami genjot dengan membikin terobosan-terobosan, kemungkinan kami bisa memenuhi target pendapatan parkir Rp4,2 miliar. Itu mulai pendapatan parkir di berbagai lokasi seperti di pasar dan kafe,” pungkasnya. [yog/beq]






