Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto menegaskan acara peringatan ulang tahun istrinya, Kasih Fajarini, di Villa Koffie Afdeling Rayap, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (25/8/2023), dibiayai dengan uang pribadi.
“Itu duit pribadi. Namanya syukuran, tidak usah minta duite wong liyo. Itu duit pribadi, shodaqoh,” kata Hendy kepada beritajatim.com, Senin (28/8/2023) sore.
Pernyataan Hendy ini membantah tuduhan KH Saiful Rijal, pengasuh Pondok Pesantren As-siddiqi Putri yang akrab disapa Gus Saif. Dalam pernyataan tertulisnya, ia menyebut kegiatan Hendy itu dibiayai Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Jember. Namun dalam pernyataan pers tersebut Gus Saif tidak mencantumkan bukti dugaan itu.
Gus Saif juga mempersoalkan penyelenggaraan acara pada jam kerja aparatur sipil negara. “Hadir semua pejabat utama Pemerintah Kabupaten Jember, yaitu bupati, wakil bupati, sekretaris daerah, semua kepala OPD, kepala bagian, camat dan beberapa pejabat lainnya. Pada hari dan jam dinas para pejabat Pemkab Jember tidak mengenakan pakaian dinas melainkan pakaian yang ditentukan dalam dresscode,” katanya.
Menjawab ini, Hendy menegaskan, acara tersebut dilaksanakan pada Jumat kemarin karena disesuaikan tanggal lahir Kasih Fajarini, istrinya. “Tidak mungkin ulang tahun tanggal 25 Agustus digeser pada 26 Agustus,” katanya.
Hendy juga tidak mewajibkan para pejabat Pemkab Jember untuk datang. “Itu syukuran. (Mereka yang diundang) datang atau tidak datang terserah. Dan tidak semuanya datang. Banyak orang luar yang diundang, termasuk kerabat. Syukuran bareng. Itu saja. Tidak ada hal spesial,” kata Hendy.
Dalam acara tersebut, para undangan mengenakan busana dengan dress code fashion era 1970-an. “Bukan keharusan. Namanya diundang kan biasa,” kata Hendy. Dimulai pada pukul enam hingga pukul sembilan pagi, acara diawali dengan senam bersama.
Setelah acara itu, Hendy mengaku berniat memperbarui pernikahan atau nganyari nikah secara rutin dengan istrinya Kasih Fajarini. “Kalau perlu saya setiap minggu nganyari kawin. Jadi nganyari kawin itu penting untuk mengevaluasi diri buat saya. Kadang-kadang kita ngomong salah kepada istri, istri punya salah ke suami, suami punya salah ke istri, dianyari kawin dengan mengambil niat lagi,” katanya.
“Semakin bagus nganyari, semakin istimewa, karena saya banyak salah. Hanya manusia biasa. Maka itu, njaluk pangapunten kepada siapapun juga, njaluk pangapura (minta maaf, red),” kata Hendy. [wir]






