Surabaya (beritajatim.com) – Achmad Hidayat menanggapi keputusan DPP PDI Perjuangan yang memecat dirinya dari keanggotaan partai. Dia menyampaikan terima kasih kepada DPP PDI Perjuangan karena telah memberinya kesempatan untuk ikut berkontribusi dalam perjalanan partai, termasuk pada Pemilu 2024.
Achmad menyebut kontribusinya memang tidak besar, tetapi dia merasa telah ikut dalam sejumlah agenda pemenangan PDI Perjuangan di Surabaya. Salah satunya mempertahankan kepemimpinan PDI Perjuangan di DPRD Kota Surabaya setelah Pileg 2024.
“Terima kasih DPP PDI Perjuangan sudah diberikan kesempatan berpartisipasi walaupun kecil terhadap perjalanan pemenangan partai pada Pileg 2024, mempertahankan kepemimpinan Ketua DPRD di Kota Surabaya,” kata Achmad, Minggu (13/9/2026).
Selain Pileg 2024, Achmad mengklaim turut terlibat dalam pemenangan pasangan Eri Cahyadi-Armuji pada Pilkada Surabaya. Dia juga menyebut ikut dalam upaya pemenangan pasangan Risma-Gus Hans pada Pilgub Jatim di wilayah Kota Surabaya.
“Turut serta menggalang kemenangan Pilkada Eri-Armuji dua periode dan Pilgub Jatim Risma-Gus Hans di Kota Surabaya menang tebal berkat kerja kader, simpatisan, anak ranting, ranting dan PAC,” ujarnya.
Terkait kunjungannya ke rumah Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang menjadi salah satu hal yang tercantum dalam SK pemecatannya, Achmad memberikan penjelasan. Dia mengatakan kedekatannya dengan Jokowi sudah berlangsung sejak dirinya ikut membantu pemenangan di Surabaya pada Pilpres 2014 hingga 2019.
“Kalau ke rumah Pak Jokowi kan dulu saya pernah membantu pemenangan beliau di Surabaya pada 2014 sampai 2019,” kata dia.
Achmad juga menyinggung ramainya pemberitaan mengenai kunjungannya ke kediaman Jokowi yang hanya dilakukan dengan bersalaman dan berfoto. Dia membandingkan kunjungan tersebut dengan sejumlah kader atau tokoh yang memperoleh jabatan setelah berada di lingkaran kekuasaan.
“Saya tidak pernah dapat jabatan menteri, tidak pernah dapat jabatan duta besar, tidak pernah dapat jabatan komisaris, hanya salaman dan foto aja kok sudah ramai,” ucapnya.[asg/but]







1 Komentar
ternyata orang ini TERMUL, menyesal Saya pilih PDIP di Surabaya