Lombok (beritajatim.com) – Penerimaan yang luar biasa dari masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) terhadap Calon Presiden 2024 nomor urut 3, Ganjar Pranowo, kini membawa Ganjar ke tingkat yang lebih tinggi.
Ia tidak hanya dianggap sebagai tamu, tetapi sudah resmi dinobatkan sebagai anggota masyarakat Lombok.
Pengumuman ini menyusul penobatan Ganjar sebagai anggota keluarga Laskar Sasak oleh Ketua Umum Laskar Sasak, Datu Anom Lalu Muhammad Ali Sadikin. Melalui upacara khusus, Ganjar secara resmi menjadi bagian integral dari masyarakat Sasak.
Ritual penobatan Ganjar sebagai Anggota Keluarga Laskar Sasak berlangsung di Bandara Lombok, sejenak sebelum Ganjar melakukan penerbangan ke Kendari pada Minggu (3/12/2023). Upacara ini dipimpin oleh Datu Anom, diiringi oleh pertunjukan seni musik dan tari Gendang Beleq.
Dalam momen penobatan tersebut, Datu Anom menggunakan minyak Geding Kedaton untuk melumuri kening Ganjar. Minyak Geding Kedaton merupakan minyak khusus yang selama ini digunakan dalam upacara penobatan para pemimpin kerajaan. Setelah minyak dioleskan, Ganjar kemudian memakai ikat kepala dan menerima doa-doa.
“Pelaksanaan upacara tadi adalah bentuk penobatan, suatu ritual yang telah diwarisi dari leluhur kami untuk mengangkat seorang pemimpin. Kami secara resmi menobatkan Ganjar sebagai pemimpin dan bagian dari keluarga Laskar Sasak,” ungkap Datu Anom.
Datu Anom menjelaskan bahwa tindakan serupa pernah dilakukan pada masa kedatangan Presiden Soekarno di Lombok. Bung Karno juga diangkat sebagai bagian dari keluarga besar Sasak setelah melalui upacara serupa dengan pengolesan minyak Geding Kedaton oleh leluhurnya.
“Penobatan Ganjar sebagai anggota keluarga Laskar Sasak dilakukan karena kami melihat keterlibatannya yang intens dan perhatiannya terhadap nilai-nilai seni budaya Nusantara,” tambah Datu Anom.
Baca Juga:
Posko Ganjar-Mahfud di Ngawi Sentuh Lansia dan Warga Kurang Mampu
Dengan penobatan ini, masyarakat Sasak berharap Ganjar dapat lebih memperhatikan dan mendukung seni budaya Nusantara, bukan hanya dalam pelestariannya, tetapi juga dalam pengembangannya.
“Harapan kami pada Ganjar adalah agar beliau dapat mengembalikan kejayaan Lombok sebagai mercusuar dunia,” tutur Datu Anom.
Ganjar menerima penobatan ini dengan sukacita. Ia menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Lombok, terutama masyarakat Sasak, atas penerimaan yang meriah.
“Tentu saja, ini merupakan suatu kehormatan bagi saya dan juga menjadi dorongan untuk terus melestarikan dan mengembangkan kebudayaan. Kita semua berharap mewujudkan cita-cita pendiri bangsa untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang berkepribadian dalam kebudayaan,” ucapnya. (ted)






