Gresik (beritajatim.com) – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik terus memperkuat respons cepat terhadap warga yang mengalami musibah sepanjang tahun 2026.
Melalui program bantuan sosial respons kasus, sebanyak delapan warga terdampak bencana dan kondisi sosial darurat telah menerima bantuan selama periode Januari hingga Mei 2026.
Program tersebut menjadi salah satu bentuk kehadiran pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat yang menghadapi situasi darurat, mulai dari korban kebakaran, banjir, hingga peristiwa lain yang memerlukan penanganan segera.
Kepala Dinas Sosial Gresik, dr. Ummi Khoiroh, mengatakan bantuan yang diberikan merupakan upaya pemerintah untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak musibah sekaligus mempercepat proses pemulihan kondisi keluarga korban.
“Selama periode Januari hingga Mei 2026 tercatat delapan warga menerima bantuan melalui program respons kasus,” kata Ummi, Kamis (4/6/2026).
Menurutnya, bantuan yang disalurkan berupa paket sembako yang berisi kebutuhan pokok sehari-hari. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana maupun kejadian sosial yang tidak terduga.
Salah satu penerima bantuan adalah keluarga korban kebakaran yang terjadi di Jalan Kapten Dulasim, Kabupaten Gresik. Pemerintah daerah melalui Dinsos memberikan paket kebutuhan dasar sebagai bentuk dukungan awal kepada keluarga yang terdampak kehilangan harta benda akibat kebakaran tersebut.
Selain membantu pemenuhan kebutuhan mendesak, program bantuan respons kasus juga memiliki nilai sosial yang penting. Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah dinilai mampu memberikan dukungan moral dan rasa aman bagi para korban.
Bagi keluarga yang terdampak bencana, bantuan tersebut tidak hanya bernilai material, tetapi juga menjadi bukti bahwa mereka tidak menghadapi cobaan sendirian. Dukungan dari pemerintah dan lingkungan sekitar diharapkan dapat membantu korban bangkit dan kembali menjalani aktivitas sehari-hari.
Seiring meningkatnya potensi bencana dan berbagai kondisi darurat sosial yang dapat terjadi kapan saja, Dinsos Gresik menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kecepatan layanan serta memperluas jangkauan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Pemerintah Kabupaten Gresik juga memastikan setiap laporan terkait kasus sosial maupun bencana yang memenuhi kriteria akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku. Pendampingan terhadap korban akan dilakukan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan di lapangan.
Ummi menambahkan bahwa program respons kasus merupakan bagian dari upaya membangun sistem perlindungan sosial yang lebih tanggap terhadap kondisi masyarakat. Melalui program ini, pemerintah daerah ingin memastikan tidak ada warga yang terabaikan saat menghadapi musibah.
“Harapannya bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak musibah sekaligus meningkatkan rasa kepedulian dan solidaritas sosial di lingkungan masyarakat,” pungkasnya.
Ke depan, Dinsos Gresik akan terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, kecamatan, serta relawan sosial untuk mempercepat penanganan warga terdampak bencana. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem respons yang lebih efektif sehingga bantuan dapat segera diterima masyarakat saat dibutuhkan.(dny/ted)






