Sumenep (beritajatim.com) – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep mengambil sampel air yang digunakan di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu dilakukan untuk mengetahui apakah air yang digunakan sehari-hari di dapur MBG layak atau tidak.
Seksi Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Kerja Olahraga (Kesling dan Kesjaor) Dinkes P2KB Sumenep, Mulyadi, mengatakan, pihaknya merasa perlu mengambil sampel air di dapur MBG untuk diuji di laboratorium, mengingat air menjadi bagian penting di program MBG.
“Di setiap dapur, air kan dipakai untuk mencuci ompreng, sayur, buah, dan bahan makanan lainnya. Karena itu, nantinya hasil uji laboratorium sangat menentukan keamanan makanan yang disajikan bagi siswa,” katanya, Jumat (17/10/2025).
Menurut Mulyadi, apabila dari hasil uji laboratorium dinyatakan air yang digunakan tidak layak, maka Dinkes P2KB akan menyarankan agar dapur MBG tersebut menggunakan sumber air lain yang lebih aman.
“Kami menargetkan pada akhir bulan ini, uji laboratorium air di seluruh dapur MBG Sumenep bisa tuntas. Dengan demikian, bisa segera diketahui, apakah air yang digunakan sehari-hari di masing-masing dapur MBG layak atau tidak,” ungkapnya.
Ia menambahkan, saat ini tengah berlangsung pelatihan penjamah pangan di dapur MBG. Pengambilan sampel air tersebut dilakukan bersamaan dengan pelatihan itu.
“Jadi petugas tidak hanya memberi arahan soal kebersihan dapur, tetapi juga langsung membawa sampel untuk diuji di laboratorium di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep,” terangnya.
Namun, lanjutnya, tidak semua dapur diambil sampelnya oleh Dinkes P2KB. Karena ada beberapa daput MBG yang sudah lebih dulu mengirim air ke laboratorium secara mandiri.
“Kalau untuk dapur yang seperti itu, yang sudah melakukan uji lab mandiri, maka kami hanya meminta salinan hasil uji tanpa perlu mengambil sampel ulang,” ujarnya. [tem/suf]






