Madiun (beritajatim.com) – Memasuki masa pancaroba atau peralihan musim, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan penyakit menular seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Demam Berdarah Dengue (DBD), dan Chikungunya. Perubahan suhu, kelembapan, serta curah hujan yang tidak menentu menjadi pemicu utama meningkatnya risiko penularan penyakit tersebut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Madiun, Agung Dodik Pujianto, mengatakan bahwa tren peningkatan kasus sudah mulai terlihat sejak dua bulan terakhir. “Setiap masa peralihan musim, penyakit ISPA biasanya mengalami peningkatan. Selain itu, DBD dan Chikungunya juga berpotensi muncul karena banyaknya genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk,” jelas Agung, Senin (27/10/2025).
Berdasarkan data Dinkes Kabupaten Madiun, kasus ISPA dalam dua bulan terakhir menunjukkan kenaikan signifikan. “Pada Agustus 2025, terdapat 30 kasus ISPA pada balita dan 873 kasus pada usia dewasa. Namun pada September, jumlah itu meningkat menjadi 131 kasus balita dan 1.260 kasus dewasa,” ungkapnya.
Untuk mengantisipasi peningkatan tersebut, Dinkes memperkuat pemantauan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons Cepat (SKDR) di seluruh puskesmas. Sistem ini memungkinkan tenaga kesehatan segera melaporkan adanya gejala panas atau Influenza Like Illness (ILI) agar dapat ditindaklanjuti lebih cepat di lapangan. Selain itu, Dinkes memastikan stok obat dan alat kesehatan dalam kondisi aman untuk menghadapi potensi lonjakan pasien.
“Kami sudah menyiapkan stok obat dan sarana pendukung agar layanan di puskesmas tetap optimal,” tambah Agung.
Meski belum ditemukan peningkatan signifikan untuk kasus DBD, Dinkes Kabupaten Madiun tetap memperkuat koordinasi dengan rumah sakit dan puskesmas. Pemeriksaan Rapid Diagnostic Test (RDT) dilakukan secara rutin oleh tenaga medis di lapangan untuk mendeteksi dini kemungkinan penularan.
Upaya lain dilakukan melalui penguatan edukasi dan promosi kesehatan kepada masyarakat. Melalui kegiatan lintas program, Dinkes mengimbau warga agar menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta aktif melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di rumah masing-masing.
“Pencegahan utama ada di masyarakat. Kami minta warga waspada terhadap gejala demam, batuk, atau nyeri otot. Segera periksa ke fasilitas kesehatan bila gejala muncul agar tidak berkembang menjadi penyakit berat,” tegas Agung.
Dengan langkah-langkah antisipatif tersebut, Dinkes Kabupaten Madiun berharap lonjakan penyakit musiman selama masa pancaroba dapat ditekan, sekaligus menjaga agar pelayanan kesehatan masyarakat tetap berjalan optimal di seluruh wilayah. [rbr/beq]






