Surabaya (beritajatim.com) – Warga Sukolilo Dian Regency 1, Kelurahan Keputih, Kecamatan Sukolilo, Surabaya, menolak pembangunan jembatan yang dinilai bermasalah secara hukum dan memicu banjir. Kawasan yang sebelumnya dikenal bebas genangan kini mengalami banjir setelah proyek tersebut berjalan.
Perwakilan hukum warga Sukolilo Dian Regency 1, Dicky Arganoya, menyatakan bahwa banjir mulai terjadi sejak akhir Desember 2025, bertepatan dengan pengerjaan proyek jembatan. Dia menyebut, sebelum proyek berlangsung, wilayah tersebut tidak pernah mengalami banjir.
“Dampaknya banjir, ketinggian hampir 15 sampai 20 cm. Mulai banjirnya dari tahun baru, karena pengerjaan sebelum tahun baru, akhir Desember,” kata Dicky, Minggu (4/1/2026).
Dicky menjelaskan, proyek jembatan sempat menutup aliran sungai di sekitar perumahan sehingga air meluap hingga ke masjid. Meski material penutup telah disingkirkan usai protes warga, alat berat masih berada di lokasi.
“Terbukti, karena penutupan kali tersebut,” ucapnya.
Dia juga mengungkap keterangan dari Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya yang menyebut kawasan itu tidak pernah banjir selama lebih dari 20 tahun. Namun setelah proyek jembatan berjalan, banjir langsung terjadi.
“Loh ini gara-gara Anda sekarang setelah 20 tahunan lebih kok bisa banjir lagi,” ujarnya menirukan pernyataan pejabat dinas.
Selain dampak lingkungan, Dicky mengkritisi persoalan legalitas proyek yang berawal dari klaim Jalan Bahagia 1 oleh mantan pemilik perumahan. Menurut dia, klaim tersebut tidak didukung dokumen hukum yang sah.
“Yang menjadi dasar mereka itu hanya surat pernyataan, bukan perjanjian jual beli, bukan akte jual beli, bukan SHGB juga,” jelasnya.
Warga meminta DPRD Kota Surabaya turun tangan menghentikan proyek dan mencabut persetujuan sewa sungai. Menanggapi hal itu, Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Eri Irawan, memastikan akan segera memfasilitasi pertemuan seluruh pihak terkait.
“Kita akan kumpulkan semua stakeholder, ada sinas, kemudian ada 3 perumahannya di sini, kita akan cari solusi bersama terkait dengan permasalahan banjir ini untuk jangka pendeknya,” pungkas Eri. [asg/but]






