Gresik (beritajatim.com) – Ratusan warga komplek Manyar Gresik berbondong-bondong menyingkirkan road barier di Jalan Daendels Pantura. Mereka beranggapan keberadaan road barier itu malah memacetkan jalan.
Menanggapi aksi warga Manyar Gresik itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Nanang Setiawan menuturkan, pihaknya membiarkan aksi warga itu. Setelah disingkirkan oleh warga, Dishub akan menarik pembatas jalan ke pemkab.
“Kami menunggu alatnya dulu, sebab untuk mengangkut road barier itu Dishub meminjam,” tuturnya, Selasa (29/06/2021).
Sebelumnya kata Nanang, beberapa waktu lalu. Ada anggota dewan dari Dapil Manyar berjanji melakukan pembinaan terhadap petugas penyeberang jalan. Hal ini karena petugas tersebut kerap kali memperioritaskan penyeberang yang melintas yang dianggap memicu kemacetan.
“Nanti petugas penyeberangan itu mau dibina kalau masih tetap memakai jasa petugas itu,” katanya.
Sebelumnya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) sempat membahas solusi atasi kemacetan di Jalan Raya Daendels Manyar. Pemkab berencana melakukan pelebaran disana. Namun, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) sempat menyatakan bahwa dalam beberapa tahun ke depan tidak ada pelebaran jalan.
Secara terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gresik Hermanto T Sianturi mengaku sejauh ini belum ada solusi pasti untuk mengatasi kemacetan di Jalan Raya Daendels Manyar. Mengingat, untuk melakukan pelebaran jalan bakal membutuhkan anggaran yang besar dan belum tentu bisa mengatasi macet.
[berita-terkait number=”4″ tag=”gresik”]
“Di sana itu petugas penyebrang mendahulukan penyebrang dari pada lalu lintas jalan utama. Ada dua penyebrang pun langsung menyetop jalur utama dan tidak menunggu penyebrang banyak dulu. Ini yang membuat macet,” ungkapnya.
Meski demikian, Herman menyebut dirinya telah melakukan kajian untuk mengatasi kemacetan di Manyar itu. Pihaknya akan membuat rencana untuk pembangunan fly over minimalis. Nantinya, fly over itu bisa digunakan untuk penyebrang tanpa mengganggu jalur lalu lintas utama.
“Kalau fly over biaya tidak besar. Tinggal, sedikit dibelokan bangunannya,” pungkasnya. [dny/but]






