Surabaya (beritajatim.com) – SMAN 1 Sangkapura, Bawean Gresik mengalami kerusakan parah akibat guncangan gempa magnitudo 6.5 pekan lalu. Kini, siswa terpaksa mengikuti proses belajar mengajar secara daring.
“Proses belajar sudah dialihkan secara daring sesuai intruksi dari Dinas Pendidikan Jatim. Termasuk nanti juga akan menggelar ujian secara daring,” ujar Kepala SMAN 1 Sangkapura, Afandi, Senin (1/4/2024).
Selain proses belajar mengajar, Afandi mengaku jika pihaknya tidak bisa melakukan Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ). Bahkan, siswa juga harus batal mengikuti olimpiade tingkat Kabupaten Gresik.
Menyikapi itu, Kadindik Jatim Aries Agung Paewai sendiri telah melakukan peninjauan secara langsung di lokasi. Di situ, ia melihat banyak ruangan kelas yang retak, atap dan plafon yang ambrol, hingga kerusakan di fasilitas lainnya.
“Saat pertama melihat, sangat menyedihkan karena tidak seperti yang kita lihat di media sosial. Ternyata lebih parah. Hampir semua kelas mengalami kerusakan,” ungkap Aries.
Ia juga telah memerintahkan kepala sekolah untuk menggelar pembelajaran secara daring, sebab jika dipaksanakan untuk bertatap muka, akan sangat membahayakan siswa dan guru.
Ia menambahkan, hasil kunjungan ini akan dilaporkan kepada Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono untuk selanjutnya diambil langkah cepat agar proses pembelajaran bisa segera kembali normal.
“Akan ditindaklanjuti apa yang akan menjadi langkah-langkah provinsi, dan apa-apa yang menjadi langkah pemerintah pusat melalui Kemendikbudristek,” ungkapnya.
Terkait renovasi, Aries memastikan jika kemungkinan besar tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat ini. Sebab BPBD dan BMKG mencatat jika hingga saat ini masih akan terus terjadi gempa susulan.
Sedangkan untuk sarana dan prasarana yang rusak sepeti fasilitas laboratorium, Aries menegaskan Pemprov Jatim akan menggantinya dengan yang baru. Apalagi, komputer yang digunakan sudah tergolong komputer lama.
Dalam peninjauannya itu, Aries juga membagikan bantuan kepada siswa, tenaga pendidik dan kependidikan yang mengalami dampak gempa. Bantuan itu berupa 160 paket sembako, 84 terpal, 150 selimut dan 31 tenda keluarga. [ipl/ted]






