Surabaya (beritajatim.com) – Dinas Pendidikan Jawa Timur (Dindik Jatim) menetapkan enam program prioritas dalam Rancangan Awal Rencana Kerja (Ranwal Renja) Tahun 2027 guna memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan akses pendidikan dan transformasi digital.
Perumusan arah kebijakan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai dalam forum pembahasan yang digelar di Surabaya pada Senin (9/3/2026).
Enam fokus utama yang disiapkan antara lain penguatan kualitas pembelajaran, penerapan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam pendidikan, serta penguatan sekolah menengah kejuruan (SMK) berbasis kebutuhan industri.
Selain itu, Dindik Jatim juga memprioritaskan pengembangan sekolah unggulan ketarunaan, penguatan talenta siswa, serta perluasan akses pendidikan inklusif di berbagai daerah.
Aries Agung Paewai menegaskan bahwa perencanaan pembangunan sektor pendidikan harus berbasis pada kebutuhan lapangan serta mampu menjawab tantangan masa depan.
“Di sinilah kita melakukan sinkronisasi kebijakan pendidikan Jawa Timur dengan arah pembangunan provinsi maupun nasional,” ungkapnya, dikutip Selasa (10/3/2026).
Menurut Aries, forum perumusan kebijakan tersebut juga menjadi ruang untuk menyelaraskan berbagai program lintas sektor agar dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat di seluruh wilayah Jawa Timur.
Ia berharap rumusan kebijakan yang disusun mampu mendorong peningkatan mutu pendidikan, terutama dalam penguatan pendidikan vokasi serta perluasan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Forum ini menjadi ruang bersama untuk menyelaraskan berbagai kebijakan pendidikan agar sejalan dengan arah pembangunan daerah,” tambahnya.
Ketua Dewan Pendidikan Jawa Timur, Prof. Warsono, turut memberikan sejumlah masukan strategis, khususnya terkait penguatan kualitas guru dan pengembangan budaya sekolah.
Menurut Warsono, keberhasilan pembangunan pendidikan sangat ditentukan oleh sinergi antara kompetensi tenaga pengajar dengan motivasi serta potensi yang dimiliki siswa.
“Kualitas pendidikan terbangun melalui sinergi kuat antara guru kompeten dengan siswa yang memiliki potensi dan dukungan keluarga,” tegasnya.
Pembahasan dalam forum tersebut difokuskan pada proses sinkronisasi, evaluasi, serta perumusan prioritas pembangunan pendidikan tahun 2027.
Sejumlah perangkat daerah turut terlibat dalam diskusi untuk menyusun dokumen perencanaan pembangunan daerah yang lebih adaptif, kolaboratif, dan mampu menjawab kebutuhan pendidikan di masa mendatang. [ipl/beq]






