Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Sosial tengah melakukan ground check untuk memperoleh Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang lebih akurat. Kegiatan ini bertujuan untuk melengkapi variabel sebagai dasar pemeringkatan sosial ekonomi. Ground check ini berlangsung sejak awal Maret dan dijadwalkan selesai pada akhir bulan.
Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Paulus Luhur Budi, menjelaskan bahwa DTSEN merupakan hasil penggabungan data dari beberapa kementerian, seperti:
Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) dari BPS RI
Penyasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) dari Kemenko PMK
Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Kementerian Sosial
“DTSEN sesuai dengan Inpres Nomor 4 Tahun 2025 digunakan untuk pengentasan fakir miskin sekaligus pemberdayaan secara nasional, termasuk di dalamnya sebagai data acuan pemberian bantuan sosial (Bansos),” ujar Paulus.
DTSEN berbeda dengan DTKS. Jika DTKS hanya mencatat data warga miskin dan rentan miskin, DTSEN mencakup seluruh penduduk Indonesia dari kategori miskin ekstrem hingga kaya, sesuai pemeringkatannya.
Proses Verifikasi DTSEN di Kota Kediri
Paulus menambahkan bahwa verifikasi ulang dilakukan oleh 29 petugas Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). “Ada 29 orang petugas yang sampai saat ini sudah berhasil memverifikasi 30-40% data, karena metodenya harus berdasarkan KTP dan alamat domisili,” jelasnya.
Di Kota Kediri, jumlah total data DTSEN yang tercatat mencapai 294.463 jiwa, dan sebanyak 10.491 jiwa di antaranya masih memiliki data yang belum lengkap. Oleh karena itu, ground check ini bertujuan untuk melengkapi data yang kurang. Hasil verifikasi langsung diinput ke dalam aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Masyarakat (SIKSMA).
Paulus menegaskan bahwa ground check bukan untuk pendataan calon penerima bantuan sosial, melainkan hanya untuk melengkapi data yang ada.
“Yang perlu disiapkan saat petugas datang ialah identitas diri (KTP, KK), dan masyarakat wajib memberikan keterangan sesuai keadaan faktual. Apabila terjadi kesalahan data, masyarakat bisa langsung menghubungi petugas ground check atau melapor melalui kelurahan setempat,” ungkapnya.
Kendala di Lapangan
Salah satu petugas ground check, Erina Riyadi, menyebutkan bahwa kegiatan ini berjalan relatif lancar, meskipun ada beberapa kendala teknis. “Kendala yang dihadapi seputar dengan performa aplikasi SIKSMA yang masih perlu perbaikan karena masih ada bug atau error,” kata Erina.
Selain itu, ia juga mengalami tantangan dalam menyesuaikan waktu dengan warga, terutama selama bulan Ramadan.
“Kita juga sulit menyesuaikan waktu dengan warga terutama saat Ramadan seperti ini. Nanti saat petugas bisa, biasanya warga sedang berhalangan. Maka dari itu, saya biasa melakukan ground check sedini mungkin saat pagi hari atau bisa dengan membuat janji dengan warga,” jelasnya. [nm/but]






