Banyuwangi (beritajatim.com) – Ratusan warga di wilayah Banyuwangi Kota terdampak banjir kemarin. Banjir itu datang pasca terjadi hujan lebat yang mengguyur wilayah ini sejak 4 jam lebih.
Jalanan kota lumpuh, rumah warga terendam, warga mengungsi dan dua rumah warga hanyut dan rusak.
Melihat kondisi itu, Kepala Dinas PU Pengairan, Guntur Priambodo menyebutkan mengenai penyebab banjir yang melanda wilayah Kota Banyuwangi.
Menurutnya, banjir terjadi di wilayah perkotaan akibat intensitas hujan lebat yang sangat tinggi, mulai pukul 14.00 hingga 16.30 sehingga drainase kota tidak mampu menampung air.
Meski demikian, pihaknya telah memastikan Standar Operasional Prosedur (SOP) Dam berjalan normal. Namun, akibat intensitas hujan sangat tinggi sehingga drainase tak mampu menampung air.
“Seperti di tiga kelurahan, Kepatihan, Panderejo, dan Kampung Ujung karena air over topping di atas tangkis. Selain itu juga diakibatkan pendangkalan Sungai Kali Lo,” kata Guntur, Selasa (29/11/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”banjir-banyuwangi”]
Namun, demikian banjir tersebut sifatnya hanya genangan sehingga saat kondisi hujan reda, sungai surut banjir juga ikut surut.
“Banjir surut sekitar pukul 19.00 begitu reda hujannya. Kita tadi juga sudah antisilasi, dibuatkan sudetan muara ke arah timur untuk mengurai air,” tambah Guntur. (rin/ted)






