Pasuruan (beritajatim.com) – Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Pasuruan menggelar agenda strategis Training Needs Analysis (TNA) bagi para pelaku dunia usaha dan industri. Kegiatan peningkatan daya saing tenaga kerja tersebut dilangsungkan di salah satu hotel terkemuka di wilayah Kabupaten Pasuruan.
Forum profesional ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, serta dihadiri para pimpinan asosiasi pengusaha terkemuka. Tampak hadir Ketua APINDO Kabupaten Pasuruan Nurul Huda, Ketua HR Club Kabupaten Pasuruan Wahyu Budi Prianto, hingga Ketua KADIN Kabupaten Pasuruan Eko Widiatmo bersama para tamu undangan lainnya.
“TNA yang dilakukan dengan baik akan dapat memberikan pelatihan dengan orang yang benar, metode yang tepat serta kompetensi yang sesuai,” ujar Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori.
Gus Shobih sapaan akrab Wakil Bupati Pasuruan menjelaskan bahwa pemetaan TNA menjadi fondasi krusial bagi pemerintah daerah dalam menyelaraskan program vokasi dengan kualifikasi tenaga kerja yang dicari dunia industri. Sinkronisasi data ini diyakini mampu memangkas jurang pemisah antara ketersediaan SDM dengan kebutuhan riil perusahaan.
Pelaksanaan TNA tersebut diikuti oleh sebanyak 100 orang peserta yang terdiri dari perwakilan perusahaan sektor manufaktur, jasa, hingga hospitality di Kabupaten Pasuruan. Kehadiran para praktisi HRD korporasi ini diharapkan mampu memberikan masukan akurat terkait standar kompetensi yang mendesak di lini produksi.
“Di dalam pemikiran kami, bagaimana caranya dapat mengurangi gap antara kebutuhan perusahaan dengan kemampuan skill para pencari kerja. Sehingga kami bisa melangkah dan apa yang kami lakukan sesuai keinginan industri,” kata Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Pasuruan, Rachmat Syarifuddin.
Rachmat memaparkan bahwa analisis kebutuhan pelatihan ini dirancang secara sistematis guna menghasilkan matriks panduan pengembangan kompetensi yang terarah. Perusahaan dapat memetakan jenis keahlian spesifik yang diperlukan pekerjanya untuk kemudian ditindaklanjuti melalui program pelatihan bersertifikasi dari instansi berwenang.
Pemerintah Kabupaten Pasuruan menargetkan sinergi lintas sektoral ini mampu memberikan dampak signifikan terhadap penurunan kurva pengangguran terbuka di daerah. Ketika standar keterampilan angkatan kerja telah memenuhi kualifikasi industri, peluang penyerapan tenaga kerja lokal dipastikan akan semakin meningkat tajam.
“Karena ketika perusahaan yang butuh pekerja dan pekerjanya ternyata punya skill mumpuni, pasti akan direkrut, dan kalau yang bekerja banyak, otomatis angka pengangguran semakin berkurang,” harap Gus Shobih. (ada/ted)






