Bangkok (beritajatim.com) – Lintasan Supachalasai Stadium kembali menjadi panggung kejayaan Indonesia pada SEA Games Thailand 2025, Jumat (12/12/2025).
Dua pelari gawang putri Tanah Air, Dina Aulia dan Emilia Nova, menyapu bersih podium teratas pada nomor 100 meter gawang. Indonesia Raya pun berkumandang kencang di tengah sorak penonton.
Dina finis terdepan dengan waktu 13,21 detik, disusul Emilia yang memastikan perak melalui torehan 13,27 detik. Perunggu jatuh ke tangan atlet Vietnam, Huynh Thi My Tien. Bagi Dina, kemenangan ini menjadi lonjakan besar setelah pada debutnya di SEA Games Kamboja 2023 ia hanya meraih perunggu.
“Alhamdulillah hasilnya sesuai harapan. Medali ini untuk mengapresiasi diriku sendiri. Dua tahun lalu aku kalah dari Vietnam, sekarang gantian, Indonesia satu-dua, Vietnam ketiga. Ini jawaban dari tantangan yang aku hadapi,” ujar Dina usai lomba.
Raihan emas tersebut sekaligus menjaga ambisinya untuk menembus limit Olimpiade Los Angeles 2028. Dina menegaskan bahwa dirinya tengah mengejar waktu kualifikasi di kisaran 12,70–12,77 detik.
“Targetku adalah lolos Olimpiade LA 2028. Aku ingin wujudkan mimpi bermain di sana, kalau bisa sampai membawa pulang medali,” tuturnya.
Di sisi lain, Emilia menyambut perak yang ia raih sebagai bukti keteguhannya kembali ke level terbaik. Catatan 13,27 detik yang ia bukukan memecahkan rekor pribadinya—melampaui waktu 13,33 detik yang ditorehkan pada Asian Games 2018. “Ini personal best aku setelah dua kali operasi dan pemulihan panjang,” katanya.
Kebanggaan juga datang dari Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, yang melihat keberhasilan ini sebagai sinyal kuat regenerasi atletik Indonesia. Ia menilai kombinasi atlet muda dan senior menjadi fondasi penting pembangunan olahraga nasional.
“Senang melihat proses regenerasi berjalan baik. Ada yang senior, ada yang lebih muda. Inilah yang harus terus dijaga tanpa pilih kasih, tanpa atlet titipan. Semua berhak mendapat kesempatan yang sama,” ujar Erick.
Ia menambahkan, perkembangan serupa juga terlihat di cabang akuatik dan bulu tangkis, termasuk keberhasilan Jason Donovan yang meraih emas pada usia 18 tahun. “Mayoritas atlet kita di tim putra juga masih muda. Inilah bukti nyata regenerasi olahraga Indonesia untuk menjaga kesinambungan prestasi,” tutupnya. (faw/ted)






