Malang (beritajatim.com) – Persiapan pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Malang telah mencapai hampir 100 persen. Sekolah ini berlokasi di lahan bekas Poltekom di Jalan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, dan direncanakan akan resmi diluncurkan serentak secara nasional pada 14 Juli 2025 mendatang.
Kepala Staf Kepresidenan RI, Anto Mukti Putranto, bersama Wali Kota Malang, melakukan peninjauan langsung ke lokasi Sekolah Rakyat pada Jumat (20/6/2025). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan dan standarisasi pendidikan berjalan merata di seluruh wilayah Indonesia.
“Siswanya yang masuk memang layak untuk mendapatkan perhatian pendidikan, dan kondisi orang tua juga. Ada penyamaan standarisasi di seluruh pelosok negeri. Presiden ingin standar anak sekolah sama dengan yang lain,” ujar Anto.
Sekolah Rakyat merupakan program strategis nasional yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto. Sebanyak 100 sekolah akan diresmikan secara bersamaan di seluruh Indonesia. Di Kota Malang, sekolah ini akan mencakup jenjang pendidikan dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan sistem terpusat.
Anto menegaskan bahwa pendirian Sekolah Rakyat ditujukan untuk menekan angka anak putus sekolah dan memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan yang setara. Dengan sistem pendidikan yang dirancang inklusif dan berstandar nasional, anak-anak dari keluarga kurang mampu diharapkan mendapat akses yang adil terhadap masa depan yang lebih baik.
“Tujuannya setidaknya untuk memutuskan rantai kemiskinan dengan cara upgrade dan memberikan peluang anak sekolah agar memiliki strata yang sama dengan pendidikan lain,” kata Anto.
Kurikulum yang diterapkan di Sekolah Rakyat akan sama dengan sekolah umum, namun dengan pendekatan berbasis asrama. Sekolah juga akan dilengkapi fasilitas penunjang pendidikan, seperti tempat tinggal, laboratorium, hingga sistem pemantauan CCTV yang bisa diakses langsung oleh Presiden maupun pejabat terkait.
“Masing-masing sekolah dilengkapi CCTV sehingga bisa memantau kapan pun presiden atau saya mau lihat anak-anak belajar. Intinya Pak Presiden ingin anak-anak maju, lebih siap menghadapi masa depan, SDM harus disiapkan dari dini,” pungkas Anto. [luc/ian]






