Gresik (beritajatim.com)– Aksi pengeroyokan terhadap seorang pemuda terjadi di Jalan Morowudi, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Korban yang dikeroyok sekitar 10 orang mengalami luka-luka hingga trauma.
Ironisnya, meski kasus tersebut telah dilaporkan ke polisi, korban mengaku belum mendapatkan informasi perkembangan penanganan perkara.
Korban berinisial NMP (22) warga Desa Boboh, Kecamatan Menganti. Peristiwa itu terjadi Sabtu dinihari (24/10).
Berdasarkan penuturan korban, kejadian bermula ketika dirinya bersama dua rekannya sedang melakukan aktivitas buka tutup jalan. Situasi mendadak berubah setelah seorang pria berinisial IN datang bersama sejumlah orang.
Tanpa diduga, korban dan kedua rekannya justru menjadi sasaran kekerasan. Mereka disebut sempat diseret sebelum mendapat pukulan dari salah seorang terduga pelaku.
“Ada sekitar 10 orang. Saya dan dua rekan saya diseret, kemudian dipukul oleh IN,” ujarnya Selasa (3/11/2026).
Akibat kejadian tersebut, NMP mengalami luka pada sejumlah bagian tubuh. Tak hanya menanggung dampak fisik, korban mengaku masih dihantui rasa takut, terutama ketika harus beraktivitas di luar rumah maupun bekerja di jalan.
Kekhawatiran itu muncul lantaran korban mengaku belum mengetahui perkembangan laporan yang telah disampaikan ke Polsek Cerme.
“Saya sudah melapor ke Polsek Cerme. Hampir satu minggu belum ada informasi perkembangan. Saya khawatir saat bekerja di luar atau di jalan, terduga pelaku kembali berulah,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Cerme AKP Taufan Arif Nugroho membenarkan adanya laporan dugaan pengeroyokan tersebut. Polisi menyatakan perkara masih dalam tahap penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi.
“Masih penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi,” ungkapnya.
Saat ini, polisi masih mendalami keterangan para saksi untuk mengungkap peristiwa tersebut.
Sementara korban berharap kasus yang dialaminya segera mendapat kepastian penanganan agar tidak kembali dihantui rasa khawatir saat menjalankan aktivitas sehari-hari. (dny/ted)






